Seorang juru bicara PBB menyebut 'tindakan sepihak' ini sebagai hambatan perdamaian solusi dua negara

Okupasi Palestina
PBB mengutuk rencana Israel yang akan terus membangun permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki.

Sebagian pembangunan itu dilaporkan didanai oleh yayasan yang terkait keluarga menantu Presiden AS, Donald Trump.

Pada Selasa (25/1), Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan membangun 2.500 rumah Yahudi 'untuk mengatasi kebutuhan perumahan'.

Seorang juru bicara PBB menyebut 'tindakan sepihak' ini sebagai hambatan perdamaian solusi dua negara.

Para pejabat Palestina mengatakan, rencana pembangunan merusak harapan perdamaian, karena mencaplok tanah yang diinginkan sebagai bagian negara Palestina di masa depan.

Stephane Dujarric, juru bicara Sekjen PBB, menegaskan tidak ada rencana B selain solusi dua negara.

"Dalam hal ini setiap keputusan sepihak dapat menjadi kendala bagi solusi dua negara dan itu memprihatinkan", katanya.

"Kedua pihak perlu terlibat negosiasi serius agar mencapai tujuan. Israel dan Palestina, dua negara untuk dua bangsa", lanjutnya.

Donald Trump mengindikasikan cenderung memihak pembangunan pemukiman Israel dibanding Obama.

Bahkan ia menunjuk seorang pendukung kuat perluasan pemukiman Yahudi sebagai duta besar baru AS di Israel.

Netanyahu mengaku masih mendukung solusi dua-negara. Namun, hari Minggu kemarin ia mencabut pembatasan pembangunan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Yaitu menyetujui izin pembangunan 566 rumah baru di permukiman Pisgat Zeev, Ramat Shlomo dan Ramot.

Anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hanan Ashrawi, mengecam keras langkah Israel.

"Sekali lagi, pemerintah Israel membuktikan bahwa mereka lebih berkomitmen pada pencaplokan tanah dan penjajahan daripada solusi dua-negara dan memenuhi persyaratan untuk perdamaian dan stabilitas", katanya dalam sebuah pernyataan.

Ia mendesak komunitas internasional, termasuk AS, mengambil langkah konkret dan serius untuk menghentikan Israel. (BBC)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.