Seperti tak peduli pada resolusi PBB beberapa waktu lalu, Natanyahu justru menyerukan pembangunan pemukiman sebanyak mungkin

Ilustrasi pembangunan pemukiman di Yerusalem Timur (CNN)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mencabut pembatasan pembangunan permukiman di Yerusalem Timur.

Pencabutan dilakukan setelah pemerintah kota mengizinkan pembangunan ratusan rumah baru di daerah tersebut.

"Tidak perlu lagi mengoordinasikan perumahan Yahudi di Yerusalem Timur. Kita bisa membangun di manapun sebanyak yang kita mau", ujar Netanyahu, dilansir dari Reuters.

Dalam sebuah pernyataan, disebutkan Netanyahu berniat memulai pembangunan di Tepi Barat.

"Visi saya adalah menetapkan kedaulatan di semua permukiman", ujarnya lewat pernyataan tersebut.

Netanyahu ingin mendapatkan lebih banyak dukungan dari koalisi sayap kanan, atau Yahudi garis keras.

Netanyahu mengumumkan hal ini pada menteri-menteri senior lainnya.

Dalam rapat Kabinet Keamanan, mereka sepakat menunda diskusi mengenai nota pengajuan pencaplokan Israel di permukiman Maale Adumim, Tepi Barat.

Permukiman ini akan jadi rumah bagi 40 ribu warga Israel di dekat Yerusalem.

Pembahasan ditunda hingga kunjungan Netanyahu ke AS untuk bertemu Presiden Donald Trump.

Netanyahu mengaku mendapat panggilan telepon dari Trump dan pembicaraan "berlangsung hangat".

"Banyak masalah menghadapi kita. Masalah Israel-Palestina, situasi Suriah, ancaman Iran", kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi saat memulai rapat kabinet mingguan.

Proyek perumahan yang disetujui pemerintah kota Yerusalem terdapat di kawasan yang juga diklaim Palestina.

Proyek tersebut sempat dihentikan pada Desember lalu oleh Netanyahu untuk menghindari kecaman Presiden Barack Obama.

Walau demikian, sayap kanan Israel yakin Trump akan mendukung permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Pemerintah kota Yerusalem menyetujui izin lebih dari 560 unit bangunan di Pisgat Zeev, Ramat Shlomo, dan Ramot.

Daerah-daerah tersebut diambil alih ke Yerusalem melalui langkah yang tidak diakui secara internasional. (Reuters/CNN Indonesia).
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.