Pasukan Israel membunuh warga Palestina berusia 18 tahun dan melukai lima orang lainnya, saat menyerbu kamp pengungsi kota Jenin, Tepi Barat

Pemakaman Mohammad Abu Kalifeh (18), korban serangan tentara Israel di Jenin, Tepi Barat. (Arab News)

Pasukan Israel membunuh warga Palestina berusia 18 tahun dan melukai lima orang lainnya, saat menyerbu kamp pengungsi kota Jenin, Tepi Barat.

Polisi Palestina mengatakan, sekelompok orang melemparkan batu pada tentara Israel, kemudian dibalas dengan serangan senjata api. Tentara menembak mati Mohammed Khalefeh (18).

Militer Israel mengkonfirmasi kejadian tersebut. Menurut mereka, pasukan Israel diserang dengan "bom pipa" dan kemudian "melakukan serangan balik".

Pihak keamanan Israel kerap melaksanakan razia rutin di Tepi Barat, mencari buronan Palestina.

Sejak 2015, warga Palestina telah melakukan beberapa serangan penusukan, penembakan, dan serangan kendaraan. Total korban berjumlah 40 warga Israel dan 2 pengunjung Amerika.

Sedangkan, dalam periode yang sama, tentara Israel membunuh 235 warga Palestina, sebagian besar diidentifikasi sebagai penyerang.

Kelompok HAM dan warga Palestina menuduh Israel menggunakan cara berlebih dalam menghadapi penyerang, yang seharusnya bisa dilumpuhkan tanpa dibunuh.

Menurut pihak Israel, kekerasan terjadi karena adanya kampanye hasutan menyerang. Semangat penyerangan juga dipublikasi secara luas di sosial media.

Otoritas Palestina mengatakan, hal itu terjadi akibat "rasa frustasi" atas pendudukan Israel di wilayah-wilayah yang diinginkan sebagai milik Palestina. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.