Pemukiman baru ilegal akan terus dibangun oleh Israel

Ilustrasi (CNN)

Pemerintah Israel mengumumkan rencana pembangunan 2.500 rumah di Tepi Barat. Ini adalah kali kedua negara tersebut membuat pengumuman setelah Donald Trump resmi menjabat Presiden Amerika Serikat.

Kementerian Pertahanan mengklaim langkah ini bermaksud untuk memenuhi kebutuhan rumah mereka, dilansir dari Reuters, Selasa (24/1).

Menurut pernyataan itu, konstruksi rumah akan dibangun di blok yang sudah ada dan akan terus dipertahankan jika suatu saat Israel berdamai dengan Palestina.

Walau demikian, presentasi di kantor Perdana Menteri justru menunjukkan sebagian besar permukiman berada di luar blok, atau lahan baru.

Sekitar 530 ribu warga Israel tinggal di Tepi Barat dan 200 ribu lainnya di Yerusalem Timur.

Kedua daerah ini direbut Israel dalam perang 1967 silam. Sebagian penduduk tersebar di dekat perbatasan dalam 100 permukiman.

Nabil Abu Rdainah, juru bicara Presiden Palestina, mengutuk pengumuman Israel. Menurutnya, langkah ini akan menuai konsekuensi.

“Keputusan ini akan menghambat upaya memulihkan keamanan dan kestabilan. Hal ini akan mendukung ekstremisme dan terorisme, serta menghalangi jalan menuju perdamaian”, ungkapnya.

Palestina menginginkan Tepi Barat dan Jalur Gaza sebagai negara independen, dengan ibu kota di Yerusalem Timur.

Sebagian besar negara-negara dunia menilai permukiman Israel sebagai ilegal, juga menghambat upaya perdamaian, karena menggusur wilayah Palestina yang diperlukan dalam membentuk negara.

Israel menyangkal tuduhan itu dengan mengutip dalil kitab suci, hingga klaim hubungan historis-politis mengenai tanah di Tepi Barat.

Sebelum ini, Israel pasca pelantikan Trump, langsung mengumumkan rencana membangun ratusan rumah di Yerusalem Timur.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kepada menteri-menteri seniornya, menyatakan telah mencabut pembatasan pembangunan permukiman.

“Kita bisa membangun di manapun dan sebanyak apapun”, kata seorang pejabat yang mengutip perkataan Netanyahu pada para menteri. (CNN/Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.