Direbutnya Mosul timur diiringi dengan beredarnya video kekerasan yang dilakukan pasukan Syi'ah terhadap warga

Pasukan rezim Syi'ah Irak menyerang militan ISIS, Selasa, 24 Januari, 2017. (AP foto)

Pemerintah Irak mengatakan bahwa pasukannya telah merebut sepenuhnya Mosul timur dari kelompok ISIS, lebih dari 100 hari setelah operasi Mosul diluncurkan mulai Oktober lalu.

ISIS terdesak ke Mosul barat dan kehilangan kontrol lima jembatan yang melintasi Sungai Tigris, Universitas Mosul dan kompleks reruntuhan Nineveh.

"Prestasi besar ini dicapai berkat persatuan rakyat Irak dan dukungan mereka terhadap pasukan keamanan”, kata PM Haider al-Abadi.

"Kini saya mengajak pasukan kita yang berani untuk segera membebaskan seluruh Mosul”, lanjutnya.

Abadi memuji apa yang disebutnya "heroisme" angkatan darat, polisi dan pasukan kontra terorisme, serta pasukan Kurdi Peshmerga hingga relawan.

"Prestasi monumental ini tidak hanya dari pasukan keamanan dan pemerintah berdaulat Irak, tapi juga bagi semua rakyat Irak”, kata Letnan Jenderal Stephen J. Townsend, komandan koalisi internasional kontra-ISIS di Irak.

Townsend menambahkan, operasi merebut Mosul barat kemungkinan jadi lebih sulit daripada yang dilakukan di Mosul timur.

Namun, juru bicara Pentagon, kapten Angkatan Laut Amerika Serikat Jeff Davis, menyebut ISIS telah kehilangan banyak kemampuan dan petempur terbaiknya dalam pelawanan di Mosul timur

Direbutnya Mosul timur diiringi dengan beredarnya video kekerasan yang dilakukan pasukan Syi'ah terhadap warga.

Sejumlah video diklaim berisi penyiksaan warga Mosul yang dituding terkait ISIS. (VoA/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.