Pada persidangan hari ini JPU menghadirkan 5 saksi untuk memberatkan terdakwa Ahok

Terdakwa kasus penistaan agama pada sidang pekan lalu. (GATRA)
Sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali digelar hari ini, Selasa (10/1).
Jaksa penuntut umum (JPU), Ali Mukartono, mendatangkan lima orang saksi yang akan memberikan keterangan terkait kasus terdakwa Ahok.

Saksi pertama yakni Irena Handono yang dikenal sebagai Ustadzah dan pakar Kristologi. Irena sendiri semasa muda pernah mengikuti pendidikan calon biarawati Katolik dengan nama kecil Han Hoo Lie.

Ustadzah Irena kerap mengkritik Ahok soal pernyataannya yang menyebut Surat Al-Maidah 51 hingga berbuntut pada kasus dugaan penistaan agama.

Saksi kedua adalah Sekretaris Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman. Pedri merupakan salah satu tokoh yang melaporkan Ahok pada 7 Oktober 2016.

Saksi ketiga yakni Ibnu Baskoro yang merupakan pengurus Masjid Darussalam Kota Eisata, Cibubur. Bersama jama'ah masjidnya, Ibnu diketahui pernah melaporkan Ahok atas kasus yang sama.

Saksi keempat yakni Muhammad Burhanuddin yang berprofesi sebagai pengacara. Burhanuddin kerap mengkritik Ahok atas pernyataanya terkait ayat suci Al-Qur'an.

Saksi terakhir dalam persidangan kali ini adalah Willyudin Abdul Rasyid Dhani, seorang Sekretaris Forum Umat Islam Bogor. Willyudin tercatat pernah menjadi anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sebelumnya pada 3 Januari lalu, empat saksi hadir dalam sidang.

Mereka di antaranya Sektetaris Jendral FPI DKI Novel Chaidir Hasan, Imam FPI DKI Muchsin Alatas, Advokat Gus Joy Setiawan, dan Koordinator Forum Anti Penista Agama, Syamsu Hilal. (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.