Seorang pejabat Iran mengonfirmasi bahwa negaranya menerima undangan pertemuan dari Arab Saudi untuk membahas pengaturan ibadah haji

Ilustrasi. (Ahmad Masood)
Seorang pejabat Iran mengonfirmasi bahwa negaranya menerima undangan pertemuan dari Arab Saudi untuk membahas pengaturan ibadah haji.

"(Iran) secara resmi menerima undangan Arab Saudi untuk bertemu dan melakukan pembicaraan bilateral mengenai haji", ujar Ali Ghaziaskar, perwakilan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, untuk urusan haji, sebagaimana dikutip Reuters.

Kepada kantor berita IRNA, Senin (9/1), Ghaziaskar mengatakan bahwa pembicaraan akan meliputi akomodasi, transportasi, keamanan, perawatan medis, visa, dan perbankan untuk urusan haji.

Sebelumnya Iran mengaku belum diundang Saudi soal pembicaraan haji dengan berbagai negara lainnya.

Republik Syi'ah itu membantah telah menerima undangan dari Arab Saudi terkait pembicaraan mengenai penyelenggaraan haji.

Di saat Menteri Haji dan Umroh Saudi, Mohammed Bentin, membuka diskusi bersama 80 negara dalam membicarakan detail Haji 2017.

"Tidak ada undangan dari Arab Saudi yang telah diterima oleh Organisasi Haji dan Umroh Iran maupun Kementrian Luar Negeri", ujar kepala organisasi Haji Iran, Hamid Mohammadi.

Musih haji 2016 lalu, warga Iran tidak bisa ikut serta, pertama kalinya dalam 3 dekade ini.

Kedua negara berbeda paham itu gagal menyepakati pengaturan penyelenggaraan, pasca putusnya hubungan diplomatik.

Riyadh keberatan dengan tuntutan Teheran yang meminta jaminan keamanan jama'ah Iran (mayoritas Syi'ah), termasuk untuk berdemo di tanah suci.

Hubungan Saudi dan Iran menegang pasca insiden haji 2015. Sebanyak 464 warga Iran tewas dalam desak-desakan.

Kedua negara saling menyalahkan. Saudi menuduh Iran mempolitisasi musibah. Sementara Iran mengklaim Saudi menutup-nutupi kejadian.

Arab Saudi memutus hubungan diplomatik dengan Iran bulan Januari 2016, setelah kantor kedutaan Saudi dibakar oleh para demonstran Syi'ah saat memprotes eksekusi mati Nimr al-Nimr, tokoh Syi'ah Rafidhah di Saudi. (CNN Indonesia/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.