Ikhwanul Muslimin juga menjadi bahan diskusi antara kedua pemimpin tersebut

Presiden Donald Trump melakukan percakapan telepon dengan Raja Saudi Salman. (Reuters)

Presiden AS Donald Trump dan Raja Saudi Salman berbincang selama lebih dari satu jam melalui telepon pada Minggu (29/1).

Mereka setuju meningkatkan kerjasama kontra-terorisme, militer dan hubungan ekonomi, ujar seorang sumber Saudi, dilansir dari Reuters.

Raja Salman dan Trump "menghasilkan kesepakatan banyak hal penting, termasuk meningkatkan partisipasi kedua negara dalam memerangi terorisme, ekstremisme dan pendanaannya".

Kedua pemimpin juga membahas kerjasama ekonomi dalam menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta meningkatkan volume ekspor.

Rincian kerjasama ekonomi akan diumumkan pada waktu yang tepat, ujar sumber itu.

Soal politik dan keamanan, kedua negara sepakat memperkuat pengawasan pada Iran, terutama masalah perjanjian nuklir.

Arab Saudi juga akan meningkatkan partisipasi dalam memerangi ISIS di Irak dan Suriah.

Sementara pihak Gedung Putih menyatakan Raja Salman sepakat dengan Trump dalam membuat zona aman di Suriah.

"Presiden meminta, dan Raja setuju mendukung zona aman di Suriah dan Yaman, serta mendukung ide-ide lain untuk membantu pengungsi yang terlantar akibat konflik", menurut pernyataan.

Sedangkan Raja Salman "mengajak" Trump memimpin upaya Timur Tengah dalam mengalahkan terorisme dan membantu pembangunan masa depan baru dalam bidang ekonomi maupun sosial.

Bahkan Ikhwanul Muslimin juga menjadi bahan diskusi antara kedua pemimpin tersebut. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.