Enam orang korban jiwa diantaranya adalah profesor universitas, apoteker, akuntan, dan seorang pengusaha daging halal

foto diri Alexandre Bissonette dari unggahan Facebook (Reuters)

Mahasiswa keturunan Perancis-Kanada menjadi tersangka dalam penembakan di masjid Quebec.

Ia segera didakwa atas pembunuhan berencana terhadap enam orang, menurut pihak berwenang Kanada pada Senin (30/1).

Alexandre Bissonnette (27) merupakan mahasiswa dari Université Laval. Selain enam tuduhan pembunuhan, ia juga dikenai lima tuduhan percobaan pembunuhan dengan senjata terlarang.

Insiden penembakan Masjid di Quebec membuat 6 orang meninggal, 5 orang dalam keadaan kritis, dan 12 lainnya mengalami luka ringan.

Bissonnette langsung dibawa ke pengadilan dengan pengamanan ketat, mengenakan pakaian penjara putih dan tampak tertunduk.

Jaksa mengatakan, semua bukti belum siap. Tidak ada tuduhan maupun permohonan yang dibacakan. Bissonnette dijadwalkan disidang kembali pada 21 Februari.

Enam orang korban jiwa diantaranya adalah profesor universitas, apoteker, akuntan, dan seorang pengusaha daging halal, menurut polisi dan media Kanada.

Pemerintahan Guinea mengatakan, dua warganya termasuk dalam korban meninggal.

Hingga saat ini polisi masih menolak menjelaskan kemungkinan motif penembakan.

Di Washington, ahli keamanan pemerintah AS menilai serangan mungkin dimotivasi oleh kebencian pada umat Islam.

Perdana Menteri Justin Trudeau menyebut insiden ini sebagai "serangan teroris"

"Tadi malam komunitas (Muslim) ini mengalami sesuatu yang tidak seharusnya: kekejaman tak tergambarkan dan kekerasan pada warga yang datang bersama atas nama persahabatan dan iman", ujar Trudeau, di depan ratusan massa dalam suhu dingin Quebec.

Ia juga menambahkan pesan pribadi untuk 1 juta Muslim Kanada.

"Kami berdiri bersama kalian. Kami mencinta dan mendukung kalian, kami akan selalu melindungi hak kalian untuk berkumpul bersama dan berdoa, hari ini dan setiap hari", tambah Trudeau.

Presiden AS Donald Trump telah menghubungi Trudeau untuk menyampaikan belasungkawa dan menawarkan bantuan diperlukan, ujar juru bicara Trudeau, Cameron Ahmad.

Trudeau mendukung pengungsi dan imigran dari negara-negara mayoritas Muslim. Di bawahnya, Kanada siap menerima pengungsi, sebagai respon atas kebijakan larangan imigran Trump. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.