Senin (23/1), pemerintah menyatakan berhasil mengambil alih kota pelabuhan itu, namun ternyata milisi Syi'ah masih bersembunyi di sana

Pasukan keamanan berpose sebagai tanda kemenangan setelah berhasil merebut kota Mokha, (Arab News)

Pemberontak Syi'ah Houthi melakukan perlawanan sengit pada Kamis (26/1) di kota pelabuhan Laut Merah, Mokha. Meski mereka telah dikepung oleh pasukan pro-pemerintah.

Bentrokan mematikan telah terjadi sejak tiga minggu lalu, ketika pemerintah Yaman didukung koalisi Arab meluncurkan operasi.

Sebanyak 20 militan Syi'ah dan 7 pejuang pro-pemerintah tewas dalam 24 jam konfrontasi, sedangkan puluhan lainnya terluka, menurut sumber medis.

"Pusat kota masih di tangan Houthi, sementara pasukan loyalis (pemerintah) merebut tiga titik di sekitar kota dan memotong jalur suplai bagi pemberontak 'antara Mokha ke Taiz", kata seorang pejabat militer, dilansir dari Arabnews.

Ia juga menegaskan, pemberontak "tidak punya pilihan lain" kecuali angkat kaki Mokha dan pergi ke basis milisi di Hodeida, jauh di utara Pantai Laut Merah.

Pada Senin (23/1), Pasukan keamanan menyatakan berhasil mengambil alih kota pelabuhan itu, namun ternyata milisi Syi'ah masih bersembunyi di dalam kota.

Tentara pemerintah dengan didukung dengan pesawat koalisi Saudi, pun menyerang sebuah kamp militer dan konvoi pemberontak Syi'ah.

Pasukan pro-pemerintah juga telah berhasil merebut distrik Dhubab, di utara selat Babul Mandab.

Wilayah tersebut merupakan rute maritim utama yang menghubungkan Laut Merah dan Samudera Hindia.

Ratusan pasukan dari kedua belah pihak diperkirakan jatuh dalam pertempuran sengit di pantai barat sejak awal Januari. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.