Gelandangan di Republik Syi'ah Iran terpaksa bermalam di kardus bekas atau kuburan

Jumlah gelandangan di Iran dalam beberapa tahun terakhir dilaporkan meningkat drastis.

Padahal saat berkampanye, Presiden Iran Hassan Rouhani berjanji untuk mengutamakan keadilan sosial serta menuntaskan masalah ini.

Melebihi kapasitas
Suatu malam di musim dingin di ibukota Teheran, sekitar 750 orang tanpa tempat tinggal pergi ke tempat penampungan tunawisma, Khavaran, mencari kehangatan. 

Sebelumnya, Khavaran belum pernah menampung lebih dari 400 orang hanya dalam semalam.

Gelandangan Iran

Penampungan terbatas
Aula Khavaran seharusnya hanya muat bagi 600 orang. Karena melebihi kapasitas, tempat ini kemudian dijejal hingga menampung 1.100 orang sepanjang malam-malam musim dingin.

Fasilitas ini juga mengakomodasi pekerja musiman yang menumpang mandi, makan masakan hangat dan tidur di sana.

Penyebab tingginya tunawisma di Iran adalah naiknya pengangguran, kecanduan narkoba, diskriminasi dan kemiskinan.


Rumah kardus
Tunawisma di Iran sering menggunakan kardus yang disebut "cartonkhab", atau artinya: kardus untuk berlindung.

Desember 2016 lalu, seorang lelaki berusia 28 tahun dari kota Nahavand ditemukan tewas di dalam kardus di sebuah konstruksi bangunan.

Ia sebelumnya diusir dari rumah karena terkait narkoba. Dak menjadi salah salah satu dari banyaknya kematian di "cartonkhabs" di seluruh kota Iran.



Anak-anak cartonkhabs
Foto ini muncul di media sosial pada bulan Agustus 2016. Para aktivis jejaring sosial dan media Iran meminta politisi agar bertindak.

Pejabat departemen kesehatan bereaksi mengunjungi dua daerah di Teheran, lokasi ditemukannya 12 perempuan dan 6 anak diantara para tunawisma lain. Mereka kemudian dibawa ke tempat penampungan.



Situasi yang suram
Hanya satu minggu setelah rencana awal pengentasan tunawisma, muncul kabar mengejutkan mengenai "Gurkhabha", yakni tunawisma yang bermukim di kuburan kosong.

Koran "Shahrvand" menerbitkan sebuah laporan tentang 50 perempuan, laki-laki dan anak-anak yang menghabiskan malam di kuburan kota Nasirabad.



Presiden harus bertanggung jawab
Pihak berwenang kemudian mengusir "gurkhabha" dari kuburan.

Kaum oposisi konservatif gunakan masalah ini untuk mengkritik Presiden Iran Hassan Rouhani karena dianggap ingkar janji terhadap pemilihannya.

Rouhani pernah menyatakan akan mengurangi kemiskinan dan bekerja melawan ketidakadilan sosial.



Masalah kehamilan
Tiga persen perempuan tunawisma hamil di musim dingin, demikian menurut statistik pemerintah.

Kebanyakan perempuan itu kecanduan narkoba, tapi tidak berani mampir ke fasilitas kesehatan karena takut ditindak.

Berbagai laporan mengatakan beberapa perempuan tersebut bahkan menjual anak-anak mereka melalui koneksi sindikat tertentu.



Pemandulan bukanlah solusi
Masumeh Abad, pejabat di Balai Kota Teheran mengatakan, rencana sterilisasi atau pemandulan perempuan tunawisma tidak akan memecahkan masalah.

Majid Rezazade, direktur Pusat Rehabilitasi dan Pencegahan Ketergantungan Obat menyebutkan para perempuan ini harus direhabilitasi, sehingga mereka dapat kembali ke kehidupan normal.



Bekerja sukarela untuk tunawisma
Banyak organisasi non-pemerintah di Iran telah bekerja sukarela menangani isu tunawisma selama beberapa dekade.

"Tolue Bineshanha" adalah salah satu organisasi semacam ini yang telah aktif sejak tahun 2006. Organisasi menyediakan layanan makanan dan sosial untuk ribuan warga tunawisma Iran.


(Keivandokht Ghahari/Deutsche Welle)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.