Hingga akhir tahun lalu, milisi Houthi diduga telah merekrut lebih dari 2.000 anak. Korban pun tak terelakan

Perang yaman telah memakan korban 10 ribu jiwa dan masih terus berlanjut. (REUTERS/Naif Rahma)

Di tengah konflik yang sudah berkecamuk selama dua tahun ini, wajah polos anak-anak mesti disandingkan dengan kengerian senjata api. (REUTERS/Khaled Abdullah)


Milisi Houthi terus mengebut upaya perekrutan dan pelatihan anak-anak untuk diterjunkan ke medan perang. (REUTERS/Mohamed al-Sayaghi)


Perekrutan anak-anak untuk ikut berperang bertentangan dengan hukum internasional. (REUTERS/Khaled Abdullah)


Namun, bocah-bocah ini sudah terlanjur dilatih hingga mempunyai kemampuan militer, sebagaimana ditunjukkan dalam parade ini. (REUTERS/Khaled Abdullah)


Alih-alih menikmati masa kecilnya dengan bermain dan belajar, mereka terpaksa mendukung kegiatan militer, mulai pelatihan perang hingga pengiriman logistik. (REUTERS/Mohamed al-Sayaghi)


Hingga akhir tahun lalu, milisi Houthi diduga telah merekrut lebih dari 2.000 anak. Korban pun tak terelakan. (REUTERS/Khaled Abdullah)


Batool al-Sayyadi, 7, misalnya, mesti rela menggunakan kaki prostetik karena menjadi korban serangan udara Arab Saudi. (REUTERS/Khaled Abdullah)


Al-Sayyadi bukan satu-satunya anak yang bernasib naas. Sementara itu, upaya mencapai perdamaian masih belum berbuah hasil. (REUTERS/Khaled Abdullah)

(CNN Indonesia/Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.