Salah satu Kepala Peliputan media Detikcom menegaskan pihaknya sudah melakukan wawancara dengan benar kepada ketua RW 09, Djumari

Ilustrasi Detikcom
Salah satu Kepala Peliputan media Detikcom, Ahmad Toriq, menegaskan pihaknya sudah melakukan wawancara dengan benar kepada ketua RW 09, Djumari.

"Saya punya rekaman suara wawancara Pak Jumari dan Ahmad Rifaih. Suaranya berbeda", tegas Toriq membantah tudingan netizen.

Menurut Toriq, akan kurang baik bagi Nurul Fahmi (NF) jika muatan dalam rekaman itu dipublikasikan.

Wawancara yang dimaksud Toriq adalah dengan rekaman pembicaraan wartawan Detikcom dengan Ahmad Rifaih, mengenai Nurul Fahmi.

Membantah sebuah surat pernyataan kebohongan dari Rifaih yang mengaku keterangan tidak benar, ia juga menyatakan bukan sosok Djumari.

"Menyatakan bahwa yang memberikan keterangan kepada wartawan 'detikcom' hari Minggu, 22 Desember 2017 pukul 11.30 WIB di kediaman bpk Jumari, adalah benar saya bukan bapak Jumari dan keterangan yang saya berikan tidak benar adanya seperti yang diberitakan media 'detikcom'...", bunyi surat penyataan itu.

Rifaih mengaku keterangannya tidak benar
Namun Toriq membuktikan bahwa tim Detikcom memiliki 2 macam rekaman wawancara, 1 dengan Rifaih dan 1 lagi dengan ketua RW.

Wawancara dengan ketua RW telah disebar ke publik dan beritanya menggambarkan NF sebagai sosok "tempramen" dan "punya masalah dengan kerabatnya".

Toriq menegaskan, pihak Detikcom tidak punya tendensi menyudutkan NF. Karena mereka juga mengangkat sisi baiknya dan dari sudut pandang lain.

Risalah telah mendengar langsung kedua rekaman. Seorang reporter wanita Detikcom berbincang dengan dua laki-laki berbeda.

Rekaman 4 menit 37 dengan sosok yang diklaim sebagai ketua RW Djumari. Dan rekaman 15 menit 45 detik dengan Ahmah Rifaih.

Seperti berita berjudul:

"Kisah Fahmi Si Hafiz Alquran yang Kini Dipenjara karena Bendera"

"Tetangga Sesalkan Fahmi Ditangkap Karena Bendera RI Bertulisan Arab"

Ghibah dan masalah kekonsistenan narasumber
Sebelum Detikcom mendapat kritikan bertubi-tubi dari kalangan Islamis pengguna media sosial, terkait pemberitaan yang menyudutkan NF, mengambil narasumber yang mengaku sebagai ketua RW.

Karena narasumber RW itu dilaporkan membantah pemberitaan Detikcom dan munculnya Ahmad Rifaih yang membuat surat pernyataannya. Netizen menuduh Detikcom menyebarkan hoax atau berita bersumber tidak kredibel.

Kritikan lain adalah melakukan wawancara seperti pergunjingan (ghibah), yang mengorek-ngorek cerita pribadi NF versi narasumber dan tidak berkaitan dengan kasus di Kepolisian.

Aktivis Islam, Irfan Noviandana, yang terus mengikuti perkembangan masalah Nurul Fami mengatakan, bahwa bola panas meluruskan keshahihan informasi pribadi ada di tangan Detikcom.

Pasalnya, narasumber menyangkal isi pemberitaan yang memuat konten pribadi tetangganya. Sehingga informasi itu perlu diverifikasi kelayakannya. (FB)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.