Pemberitaan pribadi Fahmi, mengenai "tempramen" dan "masalah tanah" oleh Detikcom telah mendapat kritikan dari sejumlah netizen Muslim

Nurul Fahmi dan Kamil Pasha
Seperti menanggapi kritikan sejumlah netizen (yang menyebut hoax), portal online Detikcom, merilis hasil wawancaranya dengan narasumber ketua RW tentang urusan pribadi tersangka kasus 'merah putih ber-Tauhid', Nurul Fahmi.

Rekamannya bisa dilihat di sini

Wartawan Detikcom mewawancarai narasumber terkait sosok Nurul Fahmi. Narasumber menceritakan hal-hal yang sifatnya pribadi, bahkan termasuk 'aib' mengenai Fahmi.

Wartawan Detikcom kemudian menanyai latar belakang NF dan keluarganya. Tentang bisnis dan pekerjaan mereka.

"Pengangguran..", jawab Jumari menjawab pertanyaan apa pekerjaan Fahmi atau istrinya.

"Bukan guru PAUD ya pak?", tanya wartawan. Pembicaraan itu mengulik pekerjaan Fahmi.

Narasumber menyatakan tidak mengetahui pasti, namun ia mengaku bahwa NF selalu ada di rumah.

Pembicaraan kemudian berkutat pada 'ghibah' (membicarakan aib) Fahmi yang disebut kurang harmonis dengan keluarganya karena masalah warisan dan tanah.

Terkait hal itu, narasumber menceritakan terjadi perkelahian dan ia pun mendamaikan dengan mendatangkan aparat.

"Pak Fahminya emosian pak?", wartawan Detikcom kemudian bertanya tentang sosok Fahmi.

Narasumber pun menjawab NF memiliki tempramen sebagai orang muda.

Sementara soal kasus yang menjerat Fahmi, ketua RW mengkritik Fahmi yang menulisi simbol negara. Ia tidak setuju apa yang dilakukan warganya itu dan menyerahkan pengusutan kasus pada penegak hukum.


Bahaya ghibah
Pemberitaan pribadi Fahmi, mengenai "tempramen" dan "masalah tanah" oleh Detikcom telah mendapat kritikan dari sejumlah netizen Muslim.

Ada yang mengatakan, bahwa meskipun hal itu benar, maka selain tak ada kaitannya dengan kasus, atau bersifat ghibah (menggunjing).

Dalam Islam, ghibah diibaratkan memakan bangkai saudaranya sendiri.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyeru pelaku ghibah lewat hadits berikut:

يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعُ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبِعِ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ

Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya, namun keimanan itu belum masuk ke dalam hatinya! Janganlah kalian mengghibah (menggunjing) kaum Muslimin. Jangan pula mencari-cari aib mereka. Barangsiapa yang mencari-cari aib mereka, (maka) Allah akan mencari-cari aibnya. Dan barangsiapa yang Allah mencari-cari aibnya, niscaya Allah akan membeberkan aibnya, meskipun dia di dalam rumahnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَلاَ يَغْتِبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ تَوَّابٌ رَحِيْمٌ

“Dan janganlah sebagian kalian mengghibahi sebagian yang lain. Suka kah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, pasti kalian membencinya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah, sungguh Allah Maha Menerima taubat dan Maha Pengasih”. (Al Hujurat: 12)

Terkait obrolan masalah pribadi Fahmi, belum ada sumber pembanding yang menjabarkan both side.

Pihak pengacara hanya menyebut pemberitaan Detikcom mengandung hoax dan mengklaim narasumber bukan ketua RW. (Detikcom/FB)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.