Pengadilan Israel menjatuhi hukuman 7 bulan penjara untuk pekerja bantuan PBB Palestina, Wahid Abdallah al-Bursh

Wahid Abdallah al Bursh, teknisi Palestina yang bekerja untuk UNDP ditahan oleh agen keamanan Israel atas tuduhan membantu kelompok Hamas di Gaza (Reuters)

Pengadilan Israel menjatuhi hukuman 7 bulan penjara untuk pekerja bantuan PBB Palestina, Wahid Abdallah al-Bursh, dengan tuduhan "membantu kelompok Hamas di Jalur Gaza".

Bursh ditahan Juli lalu oleh agen keamanan Israel, Shin Bet. Shin Bet mengatakan, Bursh telah mengaku direkrut oleh kelompok Islamis itu pada 2014 silam.

Di bulan Agustus, Shin Bet juga mengeluarkan pernyataan mengenai bantuan Bursh untuk membangun dermaga maritim bagi Hamas menggunakan sumber daya dari lembaga Program Pembangunan PBB (UNDP).

Bursh juga diduga membujuk atasannya di UNDP agar memprioritaskan pembangunan di daerah Hamas, saat mengalokasikan dana perbaikan Gaza.

Menurut UNDP, Bursh akan dibebaskan minggu depan di bawah kesepakatan pembebasan.

Mereka juga menegaskan, keputusan hakim menjelaskan tidak ada kesalahan yang dilakukan atas nama UNDP.

"UNDP tidak memiliki toleransi terhadap kesalahan program. Kami memiliki komitmen mematuhi standar transparansi dan akuntabilitas", ujar pernyataan UNDP, Rabu (4/1), dilansir dari Reuters.

Selain Bursh, Israel juga mencurigai staf senior Palestina dari lembaga amal World Vision AS, Mohammed El Halabi, dengan tuduhan menyalurkan jutaan Dollar pada Hamas di Gaza.

Kementrian Luar Negeri mengatakan, pengadilan Halabi masih berjalan hingga saat ini.

Hamas membantah memiliki hubungan dengan Bursh dan menolak tuduhan yang diberikan pada Halabi. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.