Bentrokan terjadi di barat Aleppo dan 2 di provinsi Idlib, dekat dengan perbatasan Turki, serta di selatan dekat jalan raya trans Aleppo-Damaskus


Lokasi-lokasi Jabal Zawiyah

Terjadi pertempuran antara kelompok Jabhah Fathu Syam (JFS) dengan gabungan oposisi Suriah pada Jumat (27/1), menurut kelompok pemantau SOHR.

"Beberapa saat lalu ada pemboman terhadap markas faksi Jaisyul Islam di Babsiqa", ujar sumber oposisi, dilansir dari Reuters.

"Aktivis melaporkan adanya korban perempuan di kamp terdekat karena serangan tank dan bom mortir", lanjut sumber itu.

Bentrokan terjadi di barat Aleppo dan 2 di provinsi Idlib, dekat dengan perbatasan Turki, serta di selatan dekat jalan raya trans Aleppo-Damaskus.

SOHR mengatakan, masing-masing pihak menggunakan "senjata berat", sehingga jatuh sejumlah korban sipil.

Di dekat area pertempuran, warga melakukan aksi protes pada JFS atas serangannya pada oposisi. Mereka menyerukan pertempuran segera dihentikan agar tidak ada korban sipil.

Pertempuran itu juga dinilai dapat melemahkan oposisi dalam melawan pasukan rezim Assad.

Kelompok utama oposisi Sunni, Ahrar Syam dan FSA mengatakan bahwa JFS telah menolak upaya mediasi.

JFS sebelumnya mengaku terpaksa melaksanakan aksi terlebih dahulu untuk "menggagalkan konspirasi" yang akan mengisolasinya.

Kelompok-kelompok yang diserang diantaranya termasuk faksi yang perwakilannya hadir dalam pembicaraan damai Astana, Kazakhstan.

Ahrar Syam jadi poros revolusi
Kelompok Islamis terkuat di Suriah, Ahrar Syam, belakangan memiliki hubungan yang erat dengan Turki.

Di lapangan, kelompok ini juga menjadi polarisasi "persatuan awal" sejumlah faksi yang terlibat perseteruan dengan JFS.

Beberapa kelompok oposisi yang memutuskan untuk bergabung dengan Ahrar diantaranya Suqur Syam, Jabhah Syamiyah cabang Aleppo, Jaisyul Islam Idlib, Jaisyul Mujahidin, Liwa Tsuwar Syam dan Tajamu Fastaqim.

Ahrar juga menawarkan proposal penyelesaian konflik lewat mahkamah syari'ah, serta ajakan upaya penyatuan di bawah 1 komando.

Sedangkan jumlah korban jiwa total dari perseteruan ini masih belum jelas, namun seorang Ulama berpengaruh di Ahrar Syam mengatakan jumlah korban tak sampai 10 orang. Meski menurutnya itu tetaplah sebuah dosa.

Syaikh Abdul Razzaq al-Mahdi menyebut jumlah korban dan skala konfrontasi hanya dibesar-besarkan saja lewat info media sosial. (Reuters/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.