Sebuah media online yang pro Syi'ah ditutup oleh pemerintah Bahrain karena dianggap membahayakan persatuan nasional

ilustrasi (thesundaytimes.co.uk)
Pihak berwenang Bahrain menangguhkan penerbitan versi online surat kabar al-Wasat hingga waktu yang belum ditentukan.

Media yang terkait pihak oposisi tersebut dituduh menerbitkan materi yang mengancam persatuan nasional, dilansir dari Al-Jazeera

Ini adalah kedua kalinya koran tersebut ditutup sejak Agustus lalu.

"Surat kabar itu telah berulang kali menerbitkan materi yang menyebabkan keretakan dalam masyarakat dan menyebarkan semangat perpecahan yang merugikan persatuan nasional dan ketertiban umum", ujar Kementerian Informasi dalam sebuah siaran BNA.

Seorang pegawai al-Wasat menegaskan hanya edisi online yang ditangguhkan, namun edisi cetak masih diizinkan dilanjutkan.

Pemerintah telah melakukan tindakan keras terhadap oposisi sejak tahun lalu, menutup kelompok oposisi Syi'ah dari grup al-Wefaq, ditambah memberi hukuman penjara terhadap para pemimpinnya.

Bahrain juga menangkap aktivis terkemuka Nabeel Rajab dan mencabut kewarganegaraan pemimpin spiritual Syi'ah, Ayatollah Isa Qassim .

Pada Minggu (15/1), Bahrain menghukum mati tiga orang Syi'ah atas serangan bom yang menewaskan tiga polisi.

Al-Wasat didirikan oleh investor swasta pada tahun 2002. Harian ini sempat ditutup pada tahun 2015 dengan alasan yang sama.

Media itu juga ditutup pada 2011 terkait protes anti-pemerintah di kerajaan Teluk. Staf senior al-Wasat diganti dan diadili.

Saat ini al-Wasat dipimpin oleh Mansoor al-Jamri, satu dari tiga editor senior yang diadili atas tuduhan fabrikasi ketika memberitakan aksi protes kaum Syi'ah.

Jamri adalah putra kedua seorang pemimpin spiritual Syi'ah yang telah wafat pada 2006. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.