Pemerintah Assad menyatakan siap melakukan perang terbuka di provinsi Idlib untuk melawan oposisi

Menteri Rekonsiliasi Nasional Ali Haidar (Reuters)

Pemerintah Assad mengancam akan melakukan perang terbuka di provinsi Idlib untuk melawan oposisi.

Padahal sebelumnya, Idlib disediakan sebagai tempat penampungan yang aman bagi pihak oposisi. Hal tersebut diatur dalam kesepakatan gencatan senjata saat oposisi keluar dari kota Aleppo timur.

Menteri Rekonsiliasi Nasional Ali Haidar mengatakan, pihaknya tidak akan membiarkan Idlib berada di tangan kelompok penentang tanpa batas waktu yang jelas.

Jika tidak ada kesepakatan internasional mengenai hal tersebut, maka pilihan lainnya adalah melakukan pertempuran terbuka, ancamnya.

Ia ingin agar "pejuang asing" meninggalkan Idlib dan jalur suplai untuk oposisi dari Turki diputus.

"Negara Suriah memiliki kebijakan yang jelas, kita tidak akan mengorbankan area manapun di Suriah, dan saya pikir Idlib adalah salah satu tempat yang akan memanas", ancam Haidar, dilansir dari Reuters.

Kesepakatan gencatan senjata terbaru menurut pihak Assad, memberi izin warga dan pejuang oposisi dari berbagai tempat untuk "dievakuasi" ke Idlib, dan memulai lagi kehidupan normal.

Pihak oposisi menaruh curiga bahwa rezim berencana mengubah demografi oposisi agar dapat dikalahkan. Rezim Assad membantahnya.

Namun, Haidar ingin oposisi di sekitar Pinggiran Damaskus, Dara'a dan Quneitra seluruhnya pergi ke Idlib.

Di sekitar ibukota Damaskus, tawaran perjanjian "evakuasi" terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama sejak oposisi sepakat meninggalkan kota Daraya.

Ribuan warga di Daraya telah dipindahkan ke Idlib, sesuatu yang dipandang sebagai pembersihan etnis oleh Assad kepada warga yang menolaknya. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.