"Apakah kata-kata 'La Ilaha Illallah' termasuk kata-kata yang menodai? Kata-kata suci seperti ini dianggap menodai?"

Ilustrasi kalimat Tauhid di merah putih
Anggota DPR dari fraksi PKS Almuzzammil Yusuf, dengan tegas mengkritik pihak-pihak yang menganggap penulisan kalimat Tauhid di atas merah putih sebagai "penghinaan lambang negara".

Hal itu disampaikannya saat melakukan interupsi di Rapat Paripurna DPR RI.

Ia menegaskan, dalam UU No. 24 tahun 2009 yang bisa dipidana adalah pencoretan bendera merah putih dengan maksud menodai atau merendahkan simbol negara.

"Apakah kata-kata 'La Ilaha Illallah' termasuk kata-kata yang menodai? Kata-kata suci seperti ini dianggap menodai? Yang pantas menodai adalah kata-kata kotor, perlawanan terhadap NKRI, kata-kata keji", tegasnya.

Menurutnya, jika kasus Nurul Fahmi dilanjutkan, maka itu sama saja dengan merendahkan kalimat Tauhid, dibanding kata-kata lain seperti Metalica (yang juga dituliskan pada merah putih).

Ia meminta Kapolri menerapkan "supremasi hukum bukan kekuasaan", "persamaan di hadapan hukum bukan perbedaan".

"Tentu tidak layak La Ilaha Ilallah disamakan dengan penghinaan! Itu adalah kata kemuliaan!", jelasnya, merujuk UU yang hanya memberi hukuman pada coretan bermaksud perendahan.

Ia juga mengajak anggota DPR lain agar berdiri sebagai wujud dukungan kepadanya. Sebagian besar hadirin pun berdiri, termasuk pimpinan sidang.

Inilah video interupsi Almuzzamil:


Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.