Diberitakan buruk CNN, Muslimah Saudi justru kampanyekan kehormatan dan kebanggaan

Sejumlah kebanggaan menjadi wanita Saudi

Para perempuan Saudi membuat kampanye di media sosial Twitter untuk mengekspresikan kebanggaannya tinggal di Kerajaan itu.

Aksi itu dilakukan setelah CNN memberikan laporan mengenai perempuan Saudi.

Disebutkan, seorang perempuan Saudi meninggalkan negaranya karena ingin mencari kebebasan dan menghindari penindasan.

Seorang wanita keluarga Kerajaan yang juga kepala bagian perempuan di Otoritas Umum Olahraga setempat, , putri Rima Bandar al-Saud, telah  membuat topik dengan tagar "I choose to stay".

Dalam serangkaian tweet, ia menuliskan jika tiap wanita di dunia menghadapi masalahnya sendiri-sendiri. Rima juga menulis "Bangga menjadi perempuan saudi yang bekerja bagi komunitasnya".

Banyak wanita bereaksi terhadap tagar ini. Mereka menyatakan kehormatan dan kebanggaan tinggal di Saudi, yang saat ini mulai memberikan posisi untuk menjadi pemimpin.

Akun Ohoud al-Arifi (@OhoudAlarifi) bahkan mengungkapkan ambisinya untuk menjadi seorang menteri di Arab Saudi.

"Karena negara ini membuat saya percaya bahwa saya dapat melakukannya", katanya.

Deemah Al-Yahya (@Dalyaha) mengatakan Kerajaan Saudi telah memberikan keberanian dan kepercayaan diri tentang kemampuan hingga kesempatan untuk berbuat sesuatu.

"Sebagai seorang wanita Saudi profesional, serta pemimpin proyek penelitian nasional, saya (merasa) diberi kekuasaan, didukung, dan dihargai", kata Yasmin Al-Twaijri (@ YasminT321).

Yasmin adalah ilmuwan senior dan kepala penelitian epidemiologi di Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal serta Pusat Penelitiannya ( KFSH & RC).

Perempuan Saudi memilih memperjuangkan perubahan, seperti yang terlihat dalam berbagai kampanye.

Aktivis hak-hak perempuan telah memulai kampanye di media sosial menuntut penghapusan sistem perwalian laki-laki pada selain hal-hal yang diwajibkan syariat Islam.

Program beasiswa juga kerap mengirimkan pelajar perempuan ke universitas terkemuka di seluruh dunia.

Mahasiswa Saudi, Noor Abdulrahman Ahmed, mendesak perempuan Saudi agar lebih percaya, bersuara, meraih tujuan, dan tidak membiarkan dirinya terhambat tantangan. Ia telah menyelesaikan studinya di Kanada University of Western Ontario.

"Selalu ingat jika kesenangan terbesar dalam hidup adalah mencapai sesuatu yang dianggap (tidak mungkin) oleh orang lain", katanya dalam disertasi.

Akhir tahun lalu, Raja Salman telah menunjuk 30 wanita bergabung dalam dewan Syura serta 6 wanita di Dewan Hak Asasi Manusia.

Perempuan juga telah diberikan hak untuk memilih dan dewan kota.

Beberapa media asing kerap membuat laporan wanita Saudi yang mencari suaka politik di negara-negara lain, dengan sorotan "nasib buruk" yang dialami negerinya.

Arwa, salah satu wanita yang ditampilkan di acara CNN, mengatakan:

"Apa yang saya inginkan hanyalah hidup normal tanpa rasa takut, dan tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain"

Tetapi banyak orang mengecam kemunculannya di media asing, yang dipandang hanya untuk menjelekkan negaranya sendiri. (Arabnews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.