Pihak oposisi Suriah menyangkal berita mengenai kesepakatan gencatan senjata di Wadi Barada

Warga dari Wadi Barada memenuhi tempat pengungsian di Rwada.

Pihak oposisi Suriah menyangkal berita mengenai kesepakatan gencatan senjata di Wadi Barada, Damaskus.

Hal ini sebelumnya dikabarkan oleh media berita milik kelompok teroris Syi'ah Lebanon, Hezbollah, yang mengatakan gencatan senjata akan segera tercapai.

Namun, kepala biro politik kelompok Ahrar Syam, Munir Sayal, mengatakan berita tersebut palsu.

Menurutnya, pihak rezim menolak kesepakatan gencatan senjata pada Kamis (5/1) yang memungkinkan perbaikan pompa air ke dua desa sekitar.

Pompa air di dekat mata air Wadi Barada telah dirusak oleh rezim Assad sejak serangan hari pertama.

Pertempuran ini juga meruntuhkan kesepakatan gencatan senjata nasional yang diprakarsai Rusia dan Turki.

Pihak oposisi bahkan membekukan partisipasinya dalam perundingan perdamaian sejak Senin (2/1).

"Rezim Assad menggunakan masa-masa gencatan senjata untuk mengepung daerah-daerah oposisi di dekat ibu kota Damaskus, sebelum perundingan perdamaian dilaksanakan di Astana", ujar Sayal. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.