PBB mengatakan, 92.000 orang mengungsi dari negara bagian Rakhine, selama operasi militer Myanmar beberapa bulan ini

Ilustrasi (AA)

PBB mengatakan pada Senin (30/1), 92.000 orang mengungsi dari negara bagian Rakhine, selama operasi militer Myanmar beberapa bulan ini.

Militer melakukan tindakan keras, berawal di area Maungdaw oktober lalu. Operasi diadakan untuk mencari pelaku insiden pembunuhan 9 polisi pos perbatasan.

"Setidaknya 92.000 orang diperkirakan terungsikan dari rumah mereka ke bagian lain Rakhine atau ke Bangladesh", ujar pejabat PBB untuk Kordinasi Bantuan Kemanusiaan (UNOCHA).

"Di utara Maungdaw, lebih dari 23.000 orang diperkirakan mengungsi internal (di dalam negeri)", ujar UNOCHA dalam pernyataan.

Menurut mereka, daerah itu memiliki dampak terparah dari konflik kekerasan.

"Ini tambahan atas 69.000 orang yang diperkirakan oleh PBB telah menyeberang ke Bangladesh", ujarnya.

Meski makanan dan batuan darurat telah disalurkan oleh staf nasional kepada 35.000 warga sejak 13 Januari, UNOCHA menilai, aktivitas perlindungan tetap ditangguhkan.

Staf internasional juga masih tertahan dari menjangkau jantung konflik.

UNOCHA juga melaporkan, pertempuran antara pemerintah Myanmar dan pemberontak etnis, membuat 23.000 warga Kachin dan Shan terungsikan. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.