Konferensi menyinggung rencana Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel

Perwakilan berbagai negara dalam Konferensi Perdamaian Timur Tengah di Paris pada Minggu (15/1). (Arab News)

Sebanyak 70 negara mengadakan konferensi Perdamaian Timur Tengah di Paris pada Minggu (15/1).

Mereka memperingakan Israel dan Palestina bahwa menolak "langkah-langkah unilateral" terkait Yerusalem dan wilayah lainnya dapat mengancam solusi dua negara.

Perwakilan kedua negara tidak menghadiri konferensi. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menganggap pertemuan itu "sia-sia".

Konferensi meminta mereka menghindari hal-hal yang membahayakan proses perdamaian.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan, perbatasan sebelum perang 1967 harus menjadi dasar negosiasi 2 negara.

Konferensi juga menyinggung mengenai rencana Presiden AS terpilih Donald Trump yang ingin memindahkan Kedutaan Besar AS.

Saat membuka KTT, Ayrault mengingatkan adanya "konsekuensi serius" jika Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Ia menegaskan, masyarakat internasional ingin "solusi dua negara menjadi satu-satunya solusi yang mungkin dilakukan" untuk konflik panjang Israel-Palestina. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.