462.000 menderita kekurangan gizi akut (SAM), menyebabkan kerentanan terhadap penyakit seperti diare dan dan infeksi paru-paru

Mohanned (5), salah satu dari ratusan ribu anak yang mengalami kekurangan gizi akut (AlJazeera)

Sekitar 2,2 juta anak di Yaman menderita kekurangan gizi, menurut laporan badan PBB untuk anak, UNICEF.

462.000 diantaranya menderita kekurangan gizi akut (SAM), menyebabkan mereka rentan terhadap penyakit seperti diare dan dan infeksi paru-paru.

Mohammed Ali (19), salah seorang warga Yaman yang tinggal di daerah pemberontak Houthi, kehilangan sepupunya. Sementara adiknya, Muhannad (5), juga sedang berjuang atas penyakit yang sama.

"Saya telah kehilangan sepupu karena kekurangan gizi. Saya tidak mau kehilangan adik saya juga", ujarnya.

Kulit Muhannad seperti menempel pada tulang-tulangnya yang kecil. Keluarganya adalah satu dari sekian banyak orang yang harus bersusah payah untuk mendapatkan makanan.

Perang Yaman telah membuat negara Arab termiskin itu jatuh pada jurang kelaparan.

Koalisi pimpinan Saudi membantu pemerintah mengusir kelompok Houthi dengan melancarkan serangan udara, sejak Maret 2015.

Dimana blokade yang dilakukan agar Houthi tidak mendapat pasokan senjata juga menyebabkan melonjaknya harga pangan.

Sebelumnya, keluarga Ali bisa merasakan hidangan berupa Ayam atau daging seminggu sekali. Saat ini, mereka sudah sangat bersyukur jika mendapat ikan untuk makan.

Ayah Ali bekerja sebagai petani musiman dengan penghasilan beberapa Dollar sehari.

Ali berhenti sekolah 2 tahun lalu saat perang mulai muncul dan bekerja serabutan sebagai tukang bangunan ataupun petani.

Ia juga harus berjalan jauh di jalanan rusak yang tidak aman agar bisa mencapai rumah sakit terdekat di kota Abs, karena kondisi adiknya semakin memburuk.

Perang telah menimbulkan kerusakan pada sejumlah fasilitas kesehatan. Beberapa rumah sakit dan klinik terkena ledakan bom, sementara yang lainnya tidak buka karena ada pertempuran.

Hanya kurang dari sepertiga anak Yaman yang memiliki akses kepada fasilitas kesehatan.

Menurut UNICEF, 1.000 anak meninggal tiap minggunya akibat penyakit yang semestinya bisa dicegah.

Lembaga tersebut telah mencoba untuk memberi pengobatan pada 215.000 anak penderita gizi buruk dan telah memberikan suplemen vitamin pada jutaan lainnya.

Namun, aksi penyelamatan ini tetap terhalang oleh kekurangan dana dan akses terbatas ke daerah-daerah pertempuran. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.