Kelompok tersebut diindikasikan akan melakukan serangan pada peringatan kematian Gubernur Provinsi Punjab, Salman Taseer

Polisi Pakistan (BBC)

Polisi Pakistan menangkap 150 aktivis kelompok Islamis pada Rabu (4/1).

Wakil Inspektur Jendral Kepolisian Lahore Haider Ashraf mengatakan, para aktivis berasal dari Tehreek-i-Labaik Ya Rasool Allah, sebuah koalisi dari berbagai kelompok Islam.

Kelompok tersebut diindikasikan akan melakukan serangan pada peringatan kematian Gubernur Provinsi Punjab, Salman Taseer.

Ia tewas tahun 2011 setelah dibunuh pengawalnya, Malik Mumtaz Qadri terkait penghinaan Islam dan pencabutan hukum.

"Ketika polisi menerima laporan bahwa Gerakan Labaik Ya Rasul Allah merencanakan penyerangan pada pertemuan itu, kami bereaksi lebih dulu dan mengepung daerah tersebut", kata Ashraf, dilansir dari Reuters.

"Para aktivis melemparkan batu ke arah polisi, yang membalas dengan pentungan dan menangkap 150 anggota", katanya.

Menurut Ashraf, aktivis yang ditahan dinilai mengganggu hukum dan ketertiban, serta menyerang polisi. Diantaranya, ditahan pula Kepala kelompok, Maulana Khadim Hussain Rizvi.

Pembunuhan terjadi setelah Tasser memenangkan sidang pengadilan atas seorang wanita Nasrani yang seharusnya dijatuhi hukuman mati, dengan tuduhan penghinaan agama.

Menurut Tasser, aturan tersebut perlu diganti. Sementara, kelompok Tehreek mendukung hukuman bagi penistaan Islam.

Qadri sendiri dihukum mati dan dieksekusi pada Februari tahun lalu. Ratusan ribu pendukungnya mengiringi pemakaman dan menganggapnya sebagai pahlawan Islam.

Awal pekan ini, kelompok Islam Tehreek menuntut polisi Lahore menahan Shaan Taseer, putra dari gubernur Tasser, dengan tuduhan penghujatan mengenai pesan Natal.

Shaan Taseer menyerukan umat berdoa bagi mereka yang terjerat hukum penistaan agama.

Dilasir dari Reuters, Shaan mengatakan ia telah menerima "ancaman pembunuhan yang sangat kredibel" dari pendukung "Islam garis keras", yang terinspirasi dari pembunuh ayahnya.

Kontroversi mengenai hukum penistaan memunculkan jarak antara kelompok Islam konservatif dengan golongan liberal di negara-negara Asia Selatan.

Di Pakistan, lebih dari 100 orang terjerat kasus penistaan setiap tahunnya. Banyak diantara tertuduh merupakan kaum Nasrani ataupun minoritas lainnya.

Belum ada terpidana itu yang dieksekusi mati, namun diduga 65 orang telah tewas yang berhubungan dengan kasus penistaan, sejak 1990. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.