Berdasarkan data, tidak ada sekolah yang dapat mencapai kategori sangat baik

Kemendikbud, Muhadjir Effendy.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan rencana moratorium ujian nasional(UN) saat ini sedang dalam proses pembahasan oleh Presiden Joko Widodo.

Kendati begitu, pihaknya siap menerapkan ujian sekolah sebagai pengganti UN.

"Besok (hari ini, red) masih ada rapat kabinet terbatas untuk membahas itu yang jelas sudah kami siapkan semuanya", katanya saat memberikan sambutan di Pendopo Taman Siswa, Yogyakarta pada Selasa (6/12).

Mendikbud menambahkan, mulai bulan ini segala persiapannya akan dilakukan, tinggal menunggu keputusan dari Presiden.

Meski UN akan dihapus namun sekolah akan tetap digelar, hanya standarnya setara UN.

"Namanya ujian sekolah tetapi standarnya tetap nasional, hanya kami limpahkan ke provinsi untuk SMA dan SMK serta pemkab atau pemkot untuk SMP dan SD", kata Muhadjir.

Menurutnya, penerapan ujian sekolah lebih memberikan keleluasaan kepada guru dalam membuat soal, mengevaluasi, serta menentukan kelulusan siswa.

Soal-soal ujian akan dibuat oleh guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG). bukan oleh Badan Standar Nasional.

Kedepannya negara hanya memberikan pengakuan lulus dan tidak lagi menentukan kelulusan siswa.

Muhadjir juga mengemukakan alasan melakukan moratorium ujian nasional.

Berdasarkan data, tidak ada sekolah yang dapat mencapai kategori sangat baik. Sedangkan setelah dianalisis, kategori sekolah kurang baik mencapai 70 persen.

"Saya minta UN ditangguhkan atau moratorium dulu untuk diperbaiki, jangan hanya dipetakan terus tetapi tidak dibenahi", ujarnya. (Liputan6)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.