29 polisi terancam hukuman penjara seumur hidup karena terlibat dalam aksi penggulingan presiden

Tentara Turki berjaga di sekitar pengadilan silivri. (Reuters)

Sidang pidana pertama mengenai kudeta Turki musim panas lalu dimulai pada Selasa (27/12).

29 polisi terancam hukuman penjara seumur hidup karena terlibat dalam aksi penggulingan presiden yang berhasil digagalkan.

Para petugas menghadapi berbagai tuduhan. Beberapa dituduh berusaha menggulingkan tatanan konstitusional, sedangkan lainnya dituduh sebagai anggota organisasi teroris.

Termasuk diantaranya tiga polisi pilot helikopter, yang mengabaikan perintah membawa pasukan khusus ke kediaman Presiden.

Dua terdakwa yang telah disidang pada sesi pagi menyangkal tuduhan yang dikenakan.

Pengacara yang menangani 27 terdakwa lainnya belum memberi keterangan mengenai permohonan yang akan diajukan.

"Semua orang yang terlibat dalam kudeta harus diberi kesempatan menghadapi sidang yang adil", ujar Orhan Cagri Bekar, pengacara yang menjadi perwakilan asosiasi korban kudeta.

"Mereka yang bersalah harus menghadapi hukuman setimpal karena ini adalah pengkhianatan terhadap negara", lanjutnya.

Jaksa mempertimbangkan hukuman seumur hidup untuk 21 terdakwa. 8 lainnya kemungkinan diberi hukuman penjara selama 7-15 tahun.

Pengamanan diperketat di sekitar pengadilan Silivri, Istanbul Barat. Para pengunjung tidak diperbolehkan membawa alat rekam.

Ruangan pengadilan sendiri hanya terisi setengahnya.

"Hanya sedikit kerabat yang datang. Ini dikarenakan adanya intimidasi", ujar seorang kerabat terdakwa.

Sebanyak 40.000 orang telah ditahan sejak 15 Juli lalu, sementara 100.000 orang dipecat atau ditangguhkan dari pekerjaannya.

Aksi kudeta itu juga menelan korban jiwa sebanyak 240 orang.

Pada malam kudeta, beberapa tank, helikopter dan pesawat tempur di Istanbul dan Ankara, menyerang parlemen dan lembaga lainnya.

Mereka berhasil dilumpuhkan setelah ribuan warga turun ke jalan, sebagai respon memenuhi seruan Erdogan. (Arabnews/Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.