Foto-foto yang diunggah oleh oposisi menunjukkan atap pemompaan air telah hancur

Helikopter Assad menjatukan bom Birmil ke Wadi Barada

Tentara rezim Suriah meningkatkan serangan di lembah Wadi Barada, utara Damaskus, untuk merebutnya dari pihak oposisi.

Lembah Wadi Barada memiliki air yang menyuplai sebagian besar kebutuhan ibukota.

Area tersebut juga dekat dengan perbatasan Lebanon, yang kerap digunakan sebagai jalur suplai bagi militan Syi'ah, Hezbollah.

Menurut warga lokal, serangan dimulai sejak Jum'at (23/12). Jalan menuju lembah dan area tebing pegunungan dikepung oleh pasukan elit Garda Republik dan milisi Hezbollah, dilansir dari Reuters.

Sumber itu menjelaskan, pertempuran hari Senin (26/12) berfokus di desa Baseimeh yang terletak di pinggiran lembah.

Tentara Assad mencoba masuk lebih dalam, dimana terdapat 10 desa dengan perkiraan jumlah penduduk mencapai 100.000 jiwa.

Serangan udara juga sering terjadi dekat pompa mata air Ein al-Fija.

Foto-foto yang diunggah oleh oposisi menunjukkan atap pemompaan air telah hancur. Sementara video menggambarkan kerusakan dan kebakaran di sekitar.

Pihak oposisi mengatakan, serangan semakin insentif sejak jatuhnya Aleppo ke tangan rezim.

"Mereka mencari celah menekan kami sehingga dapat mengajukan tuntutan (agar) menyerah. Tapi kami tidak akan memberikan tanah kami", ujar Abu al Baara, komandan pejuang oposisi Islamis, Ahrar Syam.

Tentara Assad dan sekutunya baru-baru ini terus menekan kelompok oposisi di sekitar ibukota dengan serangkaian serangan dan tuntutan perjanjian pemukiman. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.