Ribuan orang di Aleppo masih menunggu dan terpaksa tidur di jalanan, meski cuaca dingin menerpa

Warga yang menanti antrian evakuasi

Lebih dari 1.000 warga telah dievakuasi dari timur Aleppo, Suriah pada Senin (19/12) setelah mengalami penundaan selama beberapa jam.

Kepala tim dokter dan sukarelawan evakuasi, Dr. Ahmad Dabis mengatakan, 1.200 orang, termasuk wanita dan anak-anak telah sampai di pinggiran barat Aleppo.

Ini merupakan konvoi evakuasi kedua dalam 24 jam terakhir. Sebelumnya, 5 bus telah mengangkut 350 orang pada Minggu dini hari.

Di lain pihak, 500 orang telah dievakuasi menggunakan 10 bus dari 2 desa yang dikepung oleh oposisi di Provinsi Idlib, yaitu Fu'ah dan Kafraya, menurut kelompok pemantau SOHR.

Evakuasi ini dilakukan setelah tercapainya persetujuan gencatan atas lobi Turki pada Rusia.

Kesepakatan awalnya, oposisi menarik diri dari Aleppo dan evakuasi warga dengan aman. Tapi milisi Syi'ah sekutu Assad meminta evakuasi juga dilakukan di dua distrik Syi'ah di Idlib.

Meski kesepakatan telah tercapai, evakuasi sempat diundur karena berbagai alasan.

Terdapat laporan empat orang pengungsi dibunuh oleh milisi Syi'ah saat diculik dalam perjalanan.

Selain itu, beberapa bus untuk evakuasi Fu'ah dan Kafraya dibakar oleh seorang oknum garis keras pada Minggu (18/12).

Ribuan orang di Aleppo yang masih menunggu di evakuasi terpaksa tidur di jalanan, meski cuaca dingin menerpa.

"Kondisi di Aleppo timur sangatlah mengerikan", lapor wartawan AlJazeera Imtiaz Tyab.

"Pada sore hari cuaca dapat mencapai -5 (derajat) C. Warga hanya memiliki sedikit akses untuk mendapat makanan, bahan bakar, air, dan kebutuhan medis", katanya.

Sementara itu, Turki mengatakan bahwa pengungsi Aleppo dapat ditempatkan di kamp dekat perbatasan Turki-Suriah. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.