Hamas sejak lama memang mendukung perlawanan rakyat Suriah terhadap rezim Basyar al-Assad

Pejuang Gaza menunjukkan solidaritas untuk warga Aleppo
Puluhan ribu warga Palestina di Gaza turun ke jalan untuk memperingati terbentuknya Hamas, 29 tahun lalu.

Yel-yel Hamas bergema di jalanan, truk-truk membawa roket, ratusan pejuang berbaris menggunakan masker, bahkan anak-anak ikut turun ke jalan bersama keluarga mereka.

Seorang pejabat Hamas, Khalil al-Hayya menyampaikan pidato yang berapi-api untuk melawan Israel.

Ia juga menyerukan rekonsiliasi dengan kelompok Fatah yang dipimpin oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas, namun harus sesuai dengan syarat-syarat dari Hamas.

Hamas mengambil alih Gaza pada 2007 setelah menaklukkan pasukan Abbas dalam sebuah pertempuran berdarah.

Warga Palestina terbagi antara pemerintahan Hamas di Gaza dan pemerintahan Abbas yang mengontrol sisa Tepi Barat.

Beberapa upaya pembicaraan rekonsiliasi telah diselenggarakan antara dua kelompok, tapi masih selalu gagal untuk mencapai solusi apapun.

Di Gaza, Hamas memiliki jaringan luas di masyarakat sipil dan organisasi kemanusiaan.

Pemimpin Hamas saat ini, Khaled Meshaal berbasis di ibukota Qatar, Doha. Wakilnya, Ismail Haniyeh, tinggal di Jalur Gaza yang sedang diblokade.

Solidaritas terhadap pejuang Sunni Suriah
Namun ada fenomena menarik di hari penting Hamas itu, sejumlah tulisan dukungan terhadap warga Aleppo yang digempur Assad dipegang oleh pejuang sayap militer al-Qassam.



Warga sipil juga ikut membentang spanduk dukungan pada revolusi Suriah.



Hamas sejak lama memang mendukung perlawanan rakyat Suriah terhadap rezim Basyar al-Assad.

Ismail Haniyeh pada 2012 lalu mendeklarasikan dukungan secara terbuka terhadap para penentang Assad.

"Saya bangga dengan semua negara terjadinya Arab Spring dan saya bangga dengan heroisme rakyat Suriah yang berjuang menuntut kebebasan, demokrasi dan reformasi", kata pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, saat berkunjung ke Mesir tahun 2012.

"Kami berbaris menuju Suriah, dengan jutaan syuhada. Tidak untuk Hezbollah dan tidak untuk Iran. Revolusi Suriah adalah revolusi Arab", tegasnya saat itu. (Al-Jazeera/Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.