Penyelidik internasional bulan lalu menemukan jalur penyelundupan persenjataan dari Iran menuju Yaman

Raja Salman
Raja Salman dari Arab Saudi pada Rabu (14/12) memperingatkan agar tidak ada unsur asing ilegal yang mengganggu urusan internal Yaman.

Raja tidak akan membiarkan Yaman menjadi basis bagi sekte tertentu yang dapat mengancam stabilitas dan keamanan negaranya, serta wilayah Timur Tengah lainnya.

Dalam pernyataan tersebut, Raja Salman tidak menyebutkan Iran, yang telah menjadi "musuh regional", meski dengan jelas menuduh Teheran dan milisi teroris Lebanon (Hezbollah) telah membantu pemberontak Houthi.

Penyelidik internasional bulan lalu menemukan jalur penyelundupan persenjataan dari Iran menuju Yaman melalui Somalia. Meski hal ini dengan cepat disanggah oleh Iran.

Penelitian Persenjataan Konflik (Conflict Armament Research) yang didirikan oleh Uni Eropa telah menyelidiki berbagai persenjataan melalui foto-foto yang beredar, diantaranya foto senapan rifle dan peluncur roket.

Sejak Maret 2015, Arab Saudi memimpin sebuah koalisi untuk melancarkan serangan terhadap pemberontak Syi'ah dan memberikan bantuan lainnya kepada pejuang lokal yang mendukung Presiden sah Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Milisi Syi'ah dan sekutunya telah membunuh sekitar 110 warga sipil dan tentara dengan serangan di sepanjang perbatasan Saudi. Mereka juga menembakkan rudal balistik jarak jauh di perbatasan.

Koalisi Arab sendiri kerap menghadapi tuduhan menyebabkan jatuhnya korban sipil.

Pada Selasa (13/12) Amerika Serikat membatasi penjualan senjata untuk Arab Saudi.

Intervensi militer di Yaman telah menelan biaya miliaran Dollar bagi Saudi, di tengah penghematan yang harus dilakukan karena rendahnya harga minyak. (Al-Jazeera)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.