Duta Besar Arab Saudi untuk PBB, Abdullah al-Mouallimi meminta agar diadakan sidang darurat mengenai situasi di Aleppo

Dubes Saudi untuk PBB
Duta Besar Arab Saudi untuk PBB, Abdullah al-Mouallimi menilai rancangan resolusi yang disiapkan oleh Kanada tidak sesuai dengan tingkat penderitaan rakyat Suriah.

Hal ini ia sampaikan pada pertemuan Majelis Umum, seperti dilansir dari Al-Arabiya.

Mouallimi meminta agar diadakan sidang darurat mengenai situasi di Aleppo.

Ia menegaskan bahwa negaranya menyetujui keputusan PBB, tapi dengan beberapa syarat tambahan.

"Arab Saudi setuju adanya gencatan senjata di Suriah, namun hasil akhir dari resolusi Kanada bukanlah solusi yang tepat bagi orang-orang yang menderita di sana ... Kita perlu sidang darurat yang luar biasa dari Majelis Umum untuk mengatasi ini", katanya.

"(Dengan itu) Kita akan menghindari perbedaan pendapat atau kelemahan dalam menjalankan rancangan resolusi Kanada. Kita juga harus mengatasi kejahatan perang yang terjadi di Suriah", tambahnya.

Majelis Umum PBB menerima rancangan resolusi Kanada pada Jum'at (9/12) dengan jumlah pemberi suara sebanyak 122 negara.

Perwakilan dari rezim Suriah berusaha menghambat proses pemilihan suara itu.

Tiga belas negara menolak resolusi yang berisi seruan untuk penghentian penyerangan dan memungkinkan bantuan masuk. Sementara, 36 negara abstain.

Namun, rancangan resolusi yang disusun oleh Kanada ini adalah resolusi yang tidak mengikat.

Selain itu, Rusia dan China telah menggunakan hak veto mereka pada resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai 7 hari gencatan senjata di Aleppo.

Ini adalah keenam kalinya Rusia menggunakan hak veto pada resolusi terkait Suriah sejak meletusnya perang pada Maret 2011.

Rusia telah menyatakan bahwa resolusi Kanada tidak akan memiliki dampak di lapangan. (Al-Arabiya)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.