1 pejabat China dan 1 petugas keamanan dilaporkan tewas

Xinjiang (aljazeera.com)

Gedung pemerintahan Xinjiang, China, diserang sekelompok orang, Rabu (28/12). Penyerang masuk menggunakan kendaraan, meledakan bom dan menggunakan pisau untuk menyerang orang di sekitarnya.

Aksi teror ini menyebabkan 2 orang tewas dan tiga lainnya terluka. Korban meninggal diidentifikasi sebagai pejabat pemerintahan dan seorang petugas keamanan.

Menurut Kementrian Keamanan Publik, terdapat tiga orang penyerang dan semuanya berhasil ditembak mati oleh petugas keamanan, sebagaimana diberitakan oleh kantor berita Xinhua.

Namun laporan ini berbeda dengan keterangan dari Pejabat Pemerintahan Xinjiang. Dimana terdapat 4 orang penyerang dan hanya satu yang berhasil dilumpuhkan.

Pemerintah memperkirakan kejadian berlangsung sekitar pukul 17:00 waktu setempat, di wilayah Karakax, di selatan daerah otonomi Uighur, Xinjiang.

Juru bicara kelompok Kongres Uighur Dunia, Dilxat Raxit mengatakan tidak percaya pada laporan pemerintah.

"Saya meragukan jumlah korban dan alasan insiden dari laporan pemerintah karena tidak adanya transparansi", ujarnya.

Pemerintah kerap menunda laporan dari insiden yang terjadi.

September lalu, terdapat serangan di pertambangan batu bara dengan jumlah korban mencapai 16 jiwa.

China baru mengeluarkan laporan dua bulan setelahnya, dengan mengklaim pasukan keamanan telah membunuh 28 "teroris" yang terlibat.

Ribuan orang telah meninggal beberapa tahun belakangan dalam rangkaian kekerasan antara Muslim Uighur dan etnis Han, mayoritas orang China.

Pemerintah menyalahkan kelompok militan Islam atas aksi kekerasan yang terjadi.

Namun, kelompok HAM menilai, alasan kerusuhan adalah ketidakpuasaan atas pembatasan China terhadap agama dan budaya masyarakat Uighur. China sendiri kerap menyangkal adanya penindasan di Xinjiang. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.