Mayoritas pimpinan redaksi televisi menolak untuk menyiarkan secara langsung Persidangan kasus Ahok

Tersangka kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama

Mayoritas pimpinan redaksi televisi menolak untuk menyiarkan secara langsung Persidangan kasus dugaan penistaan agama yang disangkakan kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Suara tersebut dihasilkan dari Forum Rempug Media yang diselenggarakan oleh Dewan Pers bertema "Etika, Live Report Persidangan Ahok" pada hari Jum'at (9/12).

Direktur pemberitaan grup Media Nusantara Citra (MNC), Arya Sinulingga mengaku khawatir jika persidangan disiarkan langsung bisa berdampak pada kerukunan masyarakat.

"Jika persidangan Ahok disiarkan secara live akan berdampak besar. Kita juga punya tanggungjawab untuk menjaga kerukunan dan ketenteraman masyarakat, serta keutuhan bangsa ini", kata Arya.

"Jadi saya sepakat, kita media TV ini tidak menyiarkan langsung persidangan Ahok", lanjutnya.

Nada serupa juga dikeluarkan oleh Pemimpin Redaksi SCTV, Muhammad Teguh. Ia sepakat untuk tidak menyiarkan Persidangan secara langsung.

Namun Teguh mengingatkan bahwa saat ini media penyiaran tidak hanya bisa dilakukan oleh televisi saja. Media sosial juga dapat melakukan siaran langsung secara live streaming.

"Saya setuju agar TV tidak siaran langsung pada persidangan Ahok. Namun dunia sudah berubah, sekarang orang bebas melakukan live streaming melalui media sosial seperti Facebook, Twitter dan lainnya. Ini juga penting dipikirkan bagaimana mengaturnya?", kata Teguh.

Forum Rembug Media ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan media televisi nasional seperti, MNC, SCTV, Jawapos TV, Transcop, Rajawali TV, Kompas TV, NET TV, Metro TV. (Jawapos)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.