Anggaran ini adalah tahun ke-3 Saudi melakukan perang harga minyak murah

infografis Laporan keuagan saudi 2017 (arab news)

Sesi Luar Biasa Kabinet Saudi yang dipimpin oleh Raja Salman menyetujui anggaran umum 2017, Kamis (23/12).

Anggaran 2017 diupayakan untuk meningkatkan efisiensi modal dan belanja operasional, memperkuat keuangan publik, serta meningkatkan kemajuan.

Fokus prioritas ditujukan kepada proyek-proyek pembangunan, maupun program pelayanan warga secara langsung.

Selain itu, anggaran juga diharapkan berkontribusi dalam mengaktifkan peran swasta dan meningkatkan kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB).

Raja Salman menggarisbawahi, saat ini banyak negara mengalami masalah ekonomi sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi global, juga di tengah turunnya harga minyak.

Hal itulah yang dinilai memengaruhi perekonomian Saudi.

"Ekonomi kita saat ini stabil dan memiliki kekuatan cukup untuk mengatasi tantangan ekonomi saat ini", ujar Raja Salman, yang juga menyinggung keberhasilah penghematan anggaran.

Sementara Menteri Keuangan Mohammed Al-Jadaan juga memberi pengarahan terkait anggaran itu, ia melaporkan kebijakan fiskal tahun ini dan menyoroti poin penting untuk 2017.

Jadaan mengatakan, ekonomi Saudi masih dianggap salah satu yang terbesar di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Total pendapatan 2016 mencapai SAR 528 milyar ($ 150 milyar), naik sebanyak 2,7% dari yang diestimasikan.

Pendapatan non-minyak diharapkan dapat mencapai SAR 199 milyar ($ 54 milyar/Rp 713 triliun).

Pengeluaran pemerintah pada 2016 mencapai SR 825 miliar ($ 220 miliar), lebih kecil dari total anggaran 2016 sebesar SR 840 miliar.

Defisit 2016 mencapai S R297 miliar ($ 79 miliar), berkurang dari puncak defisit pada 2015 sebesar SR 366 miliar. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.