Namun tidak jelas bagaimana cara Rusia menghitung jumlah korbannya

Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov menghadiri pertemuan dengan para pejabat militer di Kementerian Pertahanan (Moskow, 22/12/2016, REUTERS)

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengklaim serangan udara Rusia di Suriah telah membunuh 35.000 anggota petempur sejak September 2015.

Hal ini diucapkan dalam sebuah pernyataan bertepatan dengan perayaan Assad atas direbutnya kota Aleppo timur, Kamis (23/12).

Shoigu menyatakan, "Sejak awal operasi, pesawat Rusia telah menerbangkan 17.800 operasi, menghancurkan 725 kamp pelatihan, 405 tempat pembuatan senjata, dan membunuh 35.000 petempur termasuk 204 komandan"

Ia menekankan, ini adalah sebuah prestasi bagi militer Suriah, karena berhasil mencegah runtuhnya Suriah, klaim Shoigu.

Kehadiran Rusia di Suriah memang terjadi atas undangan rezim Assad, untuk memerangi para penentang dari berbagai kubu, yang semuanya dianggap "teroris".

Namun klaim Rusia ini tidak sejalan dengan data kelompok pemantau SOHR yang terkumpul dari lapangan.

Dimana awal Desember lalu, SOHR merilis serangan udara Rusia menewaskan hampir 11 ribu orang.

Sekitar 4400 adalah warga sipil, 3000 ISIS dan 3100 kelompok oposisi. (Al-Arabiya)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.