"Langkah berikutnya adalah untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di seluruh Suriah", kata Putin

Rusia Turki ingin berunding tanpa campur tangan AS

Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Jumat (16/12) mengatakan bahwa ia akan mengatur pembicaraan perdamaian Suriah dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan, tanpa keterlibatan Amerika Serikat atau PBB.

"Langkah berikutnya adalah untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di seluruh Suriah", kata Putin.

"Kami sedang melakukan negosiasi dengan perwakilan dari oposisi bersenjata, yang ditengahi oleh Turki", katanya

Pembicaraan ini juga sedang diajukan kepada rezim Assad dan pihak oposisi. Putin mengusulkan pembicaraan dilakukan di ibukota Kazakhstan, Astana.

Langkah mengejutkan ini merupakan salah satu upaya Rusia memulihkan hubungan dengan Turki, dan juga memperkuat pengaruhnya di Timur Tengah.

Juga menunjukan bahwa Putin tak tertarik lagi melakukan pembicaraan dengan pemerintahan Obama, seperti yang terjadi selama ini, yang dianggapnya panjang dan sia-sia.

Turki juga merasa frustrasi dengan kebijakan AS di Suriah, terutama karena adanya dukungan bagi pejuang milisi Kurdi yang dilihat sebagai musuh.

Turki juga menganggap Obama gagal dalam memberikan dukungan yang cukup bagi oposisi.

Putin menyangkal bahwa pembicaraan dengan Turki akan mengesampingkan pembicaraan serupa yang ditengahi oleh PBB di Jenewa.

"Ini tidak akan bersaing dengan pembicaraan Jenewa, justru akan melengkapi itu. Jika sisi yang saling bertentangan bertemu, dalam pandangan saya itu adalah hal yang baik untuk dilakukan agar dapat menemukan solusi politik", jelas Putin. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.