Wilayah Gaza telah dikepung oleh Israel sejak 2007

Ilustrasi RS di Gaza

Seorang dokter dari rumah sakit anak Al-Dura di Gaza, Yousef Reziq mengatakan, krisis bahan bakar yang terjadi di Gaza mengancam keberlangsungan unit perawatan intensif (ICU) di RS.

Wilayah Gaza telah dikepung oleh Israel sejak 2007.

Pemadaman listrik dapat terjadi selama 16 jam sehari. Runah sakit harus mengandalkan energi dari generator agar listrik tetap menyala dan perawatan tetap berjalan.

Namun, bahan bakar saat ini menjadi langka dan mahal. Yousef mengatakan, saat ini terdapat dua bayi di ICU dalam keadaan koma karena cacat bawaan.

"Jika listrik mati, monitor jantung dan alat bantuan pernapasan juga akan mati, padahal kedua bayi ini memerlukan alat untuk bertahan hidup. Mereka tidak akan bertahan lebih dari 5 menit." ujarnya.

"Hati saya sakit melihat anak saya dalam kondisi seperti ini, dan tidak ada yang dapat saya lakukan" ujar ibu dari salah seorang pasien di RS Al-Darra

Petugas medis lainnya pun merasa tidak nyaman dengan ketergantungan terhadap generator. Fluktuasi listrik dapat berpengaruh terhadap alat-alat medis yang sensitif.

"Kami harus terus memperhatikan alat-alat untuk memastikan bahwa pasien tetap mendapat perawatan yang dibutuhkan" ujat salah satu perawat, Hakiem Hamoda.

Penggunaan generator secara terus menerus menguras persediaan bahan bakar yang dimiliki RS. Para staf menilai, bahan bakar hanya akan cukup untuk 3 hari kedepan.

Mentri Kesehatan Gaza mengatakan, RS Al-Durra terancam tidak dapat beroperasi jika tidak segera mendapat bahan bakar. Hal ini juga akan terjadi pada rs lokal lainnya.

Menurut juru bicara kementrian kesehatan Ashraf el-Qidra, RS di Gaza membutuhkan sekitar 420.000 liter bahan bakar tiap bulannya untuk mengoperasikan generator selama 8jam/hari.

Jalur Gaza mengalami krisis listrik sejak pembangkit listrik mereka hancur okeh serangan Israel pada 2006 dan 2014. Selain itu, blokade oleh gabungan Israel-Mesir membuat bahan bakar menjadi langka di Gaza.

Kepala RS Al-Durra mengatakan, Mentri Kesehatan telah menyuruh untuk emmbuat rencana jika terjadi keadaan darurat. "Kami bergantung pada rencana untuk mengurangi pelayanan, meski saat musim dingin biasanya pasien bertambah. Kami harus menghemat bahan bakar," ujar Hamada.

Menurutnya, inkubator bagi bayi yang baru lahir harus di atur pada level minimum. Anak-anak yang menderita gangguan pernafasan juga harus "mengantri" untuk mendapat perawatan.

Dokter telah mencoba untuk menarik perhatian organisasi dubia agar mereka dapat membantu kehidupan abak-anak Gaza, memenuhi hak mereka untuk mendapat perawatan kesehatan yang layak.
RS juga dinilai penuh sesak, membawa kekhawatiran adanya penyebaran penyakit yang lebih cepat.

Ketua legislatif Hamas Yahia Mousa mengatakan, krisis ini merupakan salah satu upaya Israel untuk melemahkan pertahanan Palestina.

"Kami mempertahankan hubungan dengan organisasi regional maupun internasional untuk megurangi resiko dari krisis di Gaza, termasuk dalam bidang kesehatan, listrik, pekerjaan, dan pendidikan. Kami menghargai segala upaya untuk menghentikan pengepungan" ujarnya.
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.