Israel mengancam akan meninjau ulang hubungannya dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa

Netanyahu di sebuah acara Yahudi (AFP)
Israel mengancam akan meninjau ulang hubungannya dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah adanya resolusi yang menuntut penghentian pembangunan pemukiman di wilayah Palestina.

"Saya memerintahkan Kementerian Luar Negeri untuk menyelesaikan, dalam waktu satu bulan, evaluasi ulang semua kontak dengan PBB", kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu (24/12), dikutip dari Reuters.

Ia memerintahkan menghentikan donasi sebesar 30 juta shekel ($ 7,8 juta), kepada 5 institusi PBB yang dianggap berseteru dengan Israel.

"Yang lainnya akan menyusul", kata Netanyahu.

PBB memutuskan mengadopsi resolusi anti pemukiman ilegal setelah mendapat 14 suara sepakat dari total 15 anggota Dewan Keamanan. Satu suara abstain berasal dari AS.

Keputusan AS ini dianggap sebagai perpisahan pahit pemerintahan Obama, mengingat banyaknya bantuan selama ini pada Israel.

Presiden tepilih AS, Donald Trump, mendesak agar AS menggunakan hak veto agar resolusi dibatalkan. Namun Obama yang disebut memiliki hubungan sengit dengan Netanyahu, mengabaikannya.

Selama puluhan tahun, Israel berupaya untuk membangun pemukiman di wilayah yang direbut dalam perang pada 1967.

November lalu, Israel berencana membangun 500 rumah baru untuk warga Yahudi di wilayah Yerusalem. Pengambilan lahan itu terjadi tak lama setelah Donald Trump memenangkan pemilu presiden.

Sebagian besar negara memandang aktivitas pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai tindakan ilegal serta dapat mengganggu proses perdamaian. (Reuters/CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.