Resolusi DK PBB dinilai tidak akan membawa perubahan pada hubungan Israel dan Palestina

Perumahan Yahudi di Maale Adumim, Tepi Barat, sementara desa Palestina, Al-Eizariya, terlihat di belakangnya (24/5/2016, REUTERS)

Pemerintah Kota Yerusalem Israel akan menindaklanjuti permintaan pembangunan rumah bagi warga Yahudi, Rabu (28/12).

Selasa kemarin (27/12), mereka mengatakan akan terus mengembangkan pusat kota sesuai dengan zonasi dan kode bangunan, "tanpa prasangka, untuk kepentingan semua warga".

Kabar ini membuat jubir Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner, mengaku waspada atas laporan rencana pembangunan yang masih terus dilakukan.

"Kami berharap resolusi DK PBB (dapat) ditanggapi sebagai sebuah seruan, permintaan, dan peringatan bagi kedua belah pihak. Namun tindakan Israel ini merugikan usaha perundingan kedua belah pihak", ujar Toner, dilansir dari Reuters.

Resolusi DK PBB dinilai tidak akan membawa perubahan pada hubungan Israel dan Palestina.

Bahkan, diyakini akan sepenuhnya berlalu saat Presiden AS terpilih Donald Trump menduduki jabatannya.

Agenda yang diterbitkan oleh balai kota Yerusalem (Israel), salah satunya mengenai persetujuan pembangunan sekitar 390 rumah bagi penduduk Israel.

Pemerintah kota dan panel konstruksi bertemu Rabu ini, dengan perjanjian yang telah diatur sebelum munculnya DK PBB.

Pemimpin pemukiman Yahudi dan para pendukungnya mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera melaksanakan pembangunan.

Mereka menuduh Netanyahu memperlambat kemajuan karena adanya tekanan internasional.

Israel khawatir hal ini akan memicu pergerakan Palestina lain lewat forum internasional.

Harian umum Haaretz milik Israel melaporkan, tahun ini Yerusalem timur menyetujui pembangunan pemukiman sebanyak 1.506 unit rumah, sedangkan pada 2015 hanya 395 unit. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.