Raja Saudi Salman bin Abdulaziz mengganti Menteri Tenaga Kerja dan menyusun ulang anggota Dewan Ulama Senior serta Dewan Syura

Raja Saudi Salman Bin Abdulaziz (Reuters)

Raja Saudi Salman bin Abdulaziz mengganti Menteri Tenaga Kerja dan menyusun ulang anggota Dewan Ulama Senior serta Dewan Syura.

Hal ini dilakukan sebagai upaya Reformasi 2030, dimana Saudi ingin mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi dan menambah investor asing.

Raja menunjuk Ali bin Nasser al-Ghafis sebagai Mentri Tenaga Kerja, menggantikan Mufrej al-Haqbani.

Haqbani menghadapi tantangan yang sulit mengingat harga minyak mentah turun secara drastis hingga memangkas pendapatan negara dan pertumbuhan ekonomi.

Tidak ada lapangan kerja baru karena anggaran publik dipotong dan ada keterlambatan pemerintah dalam membayar kontraktor.

Pengangguran naik menjadi 12.1% pada quarter ketiga tahun ini, meningkat dari 11.6% pada quarter sebelumnya.

Padahal, salah satu reformasi yang ingin dicapai Saudi adalah mengurangi angka pengangguran hingga 7%, serta meningkatkan keterlibatan wanita dalam ketenagakerjaan menjadi 30%.

Sedangkan untuk Dewan Ulama Senior dan Dewan Syura, Raja menunjuk beberapa ulama yang dirasa akan mendukung rencana Reformasi 2030.

Pihak ultra konservatif memandang rencana reformasi sebagai kontroversi, terutama karena adanya usulan mengenai pekerja hiburan dan tenaga kerja perempuan.

Dewan masih didominasi oleh Ulama senior, seperti Syeikh Shalih al-Fauzan dan Alu Syaikh.

Beberapa anggota baru dewan itu disebut-sebut sebagai versi "moderat" dan "reformis" kalangan Salafi, yaitu Syeikh Muhammad al-Issa dan Sulaiman Abu al-Khail, rektor al-Imam University (induk LIPIA di Indonesia).

Pemerintah juga membuka peluang bagi tokoh dari berbagai pemikiran Sunni, selain Hanbaliyah dan Wahabbiyah (Salafi) yang mendominasi Saudi. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.