Seorang Rabi menyebut pohon Natal adalah simbol paganisme dan bisa merusak "kehalalan" (kosher) bangunan, terutama tempat makan

Pohon Natal di Israel
Sejumlah Rabi di Israel meluncurkan "perang" untuk menolak syiar pohon Natal.

Hotel-hotel di Yerusalem menerima surat peringatan bahwa hukum Yahudi melarang pohon Natal dan pesta tahun baru.

Banyak pemilik hotel yang akhirnya mengikuti larangan itu. Mereka takut para Rabi melaksanakan ancaman yang bisa merusak bisnis mereka, yaitu mencabut sertifikat "kosher" di hotel (halal versi Yahudi).

Di kota pesisir Haifa, Israel utara, Rabi di universitas teknologi terkenal Israel telah menerapkan aturan ketat.

Elad Dokow, memerintahkan mahasiswa Yahudi memboikot serikat mahasiswa. Alasannya, karena memasang pohon Natal sederhana untuk pertama kali.

Ia menyebut pohon itu sebagai wujud "penyembahan berhala", memperingatkan sebagai simbol "pagan" yang merusak status kosher bangunan, terutama tempat makan.

Syiar Natal memang berlangsung di Israel, selain bagi peziarah Kristen di Yerusalem dan tempat disucikan lainnya, terdapat warga Kristen Palestina di wilayah pendudukan.

Namun, semakin gencarnya syiar Natal, tentu tak disukai oleh Rabi Ortodoks yang memiliki pengaruh kuat di ruang publik Israel.

Beberapa Rabi berpandangan simbol Natal bisa mengganggu identitas Israel sebagai "negara Yahudi".

Meskipun demikian, kalangan Yahudi sekuler menolak kontrol ketat yang dilakukan oleh Rabi Ortodoks.

Walikota Haifa, Yona Yahav, 2012 lalu mengabaikan Rabi kota yang coba melarang pohon Natal dan pesta tahun baru.

Dan tahun lalu, kepala Rabi membatalkan ancaman pencabutan sertifikat kosher dari bisnis yang merayakan Natal, setelah menghadapi tantangan hukum dari kelompok Hiddush.

Meski larangan pohon Natal secara resmi tak berlaku, namun pada prakteknya masih banyak terjadi.

"Masalahnya adalah, kepala Rabi sebenarnya tidak punya otoritas atas Rabi kota, yang bisa mengabaikan fatwanya, sebagaimana kita lihat dalam surat yang diterbitkan oleh para Rabi Yerusalem", kata David Bogomolny, juru bicara Hiddush, kelompok kebebasan beragama di Israel.

Sebagian besar hotel ingin mengabaikan larangan pohon Natal karena dianggap buruk bagi bisnis, tapi mereka takut dihukum.

"Ini adalah masalah seluruh negeri. Hotel-hotel takut untuk bersikap. Jika mencoba melawan melalui pengadilan, maka akan jadi mahal dan lama untuk mendapatkan putusan", katanya.

Salah satu manajer hotel di Yerusalem Barat mengaku takut "pembalasan" dari para Rabi. (Al-Jazeera)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.