Pemimpin Gambia Yahya Jammeh menolak hasil pemilihan presiden diadakan awal bulan Desember

Presiden Yahya Jammeh
Pemimpin Gambia Yahya Jammeh menolak hasil pemilihan presiden diadakan awal bulan Desember, atau satu minggu setelah ia sempat mengakui kekalahan.

Berbicara di televisi pemerintah, Jammeh menyebut adanya "keganjilan" dalam pemungutan suara dan menyerukan pemilu ulang.

Ia mengacungkan dokumen yang disebutnya membuktikan penyimpangan perhitungan suara pekan lalu

Jammeh mengatakan menolak hasil pemilu seutuhnya setelah melakukan penyelidikan.

"Setelah penyelidikan menyeluruh, saya memutuskan untuk menolak hasil pemilu ini", kata Jammeh.

"Saya mendapati penyimpangan serius yang tidak dapat diterima dan dilaporkan telah terjadi selama proses pemilihan", lanjutnya.

"Saya merekomendasikan pemilu baru yang transparan dan akan diselenggarakan oleh komisi pemilihan independen yang takut kepada Allah", tegas Jammeh.

Jammeh, yang merebut kekuasaan dalam kudeta pada 1994, mengalami kekalahan mengejutkan Adama Barrow, yang memenangkan lebih dari 45% suara.

AS "sangat mengutuk" pernyataan Jammeh kali ini.

"Tindakan ini merupakan hal tercela dan tidak dapat diterima oleh rakyat Gambia, serta upaya mengerikan untuk melemahkan proses pemilu yang kredibel agar tetap berkuasa secara tidak sah", kata juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner.

Lawan Jammeh, Adama Barrow, adalah seorang pengusaha properti yang rencananya akan dilantik pada akhir Januari. (BBC)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.