Polisi di Sragen kemarin mencegah ormas Front Pembela Islam (FPI) dari memasuki sebuah toko swalayan terkait atribut Natal

Iptu Ali mendebat Ketua DPC FPI Sragen

Kapolres Sragen, AKBP Cahyo Widiarso pada Rabu (21/12) kemarin mencegah ormas Front Pembela Islam (FPI) dari memasuki sebuah toko swalayan di Jalan Raya Sukowati No 156c, Sragen, Jawa Tengah.

Dipimpin oleh Mala Kunaifi, sejumlah anggota DPC FPI Sragen berniat memasuki sebuah swalayan di Sragen meski akhirnya harus membubarkan diri karena tidak mendapat izin dari pihak kepolisian.

Peristiwa tersebut diabadikan melalui rekaman video yang di unggah oleh akun Sukowati Channel ke YouTube.

Dalam video tersebut, Mala bersama rombongannya hendak memasuki swalayan.

Aparat keamanan yang bertugas di sana tidak mengizinkan pihak FPI melakukan sweeping ataupun razia terkait pengenaan atribut natal oleh pegawai Muslim.

AKBP Cahyo menghampiri massa FPI dan secara persuasif meminta agar Mala bersama kelompoknya mau membubarkan diri.

Namun, pihak FPI bersikukuh agar diperbolehkan masuk untuk memeriksa penggunaan atribut Natal di dalam swalayan tersebut.

Mala meminta polisi tidak melarang mereka, namun ikut masuk ke dalam mengawal aksi.

"Enggak ada saya bilang!", jawab AKBP Cahyo tegas.

Cahyo menegaskan bahwa tidak boleh ada ormas yang menggeledah ataupun merazia perusahaan terkait fatwa MUI Nomor 56 Tahun 2016.

"Tidak ada ormas yang bisa menggeledah dan merazia", ujar AKBP Cahyo.

"Lho bukan menggeledah, tidak razia ini. Kita Bukan razia, bukan geledah", sahut Mala.

FPI beralasan, mereka hanya ingin memeriksa tidak ada pegawai Muslim disuruh memakai atribut agama lain. (Detikcom/Youtube)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.