Kelompok oposisi di Aleppo mulai bertikai satu dengan lainnya. Beberapa dari mereka saling berebut gudang amunisi, bahan bakar dan sumber makanan

Pejuan oposisi di Aleppo (Reuters)

Kelompok oposisi di Aleppo mulai bertikai satu dengan lainnya. Beberapa dari mereka saling berebut gudang amunisi, bahan bakar dan sumber makanan.

Serangan intensif dan tak terduga dari pasukan Assad dan milisi Syi'ah makin meningkatkan ketegangan hingga saling tuding diantara grup-grup oposisi.

Pertikaian biasanya terjadi karena perbedaan ideologi dan metodologi antara kelompok jihadis, Islamis dan nasionalis Sunni.

Dimulai November lalu, kelompok Fastaqim Union terlibat bentrokan perang saudara dengan grup tempur Nuruddin Zenki yang dianggap lebih dengan dengan kelompok Jihadis.

Sumber dari Nuruddin Zenki mengatakan, insiden disebabkan oleh tindakan Fastaqim yang memerangi salah satu sekutunya.

Sedangkan pihak Fastaqim menyebut Zenki berusaha menghancurkan kelompok utama di Aleppo, serta bekerjasama dengan kelompok jihadis dari Jabhah Fathu Syam (JFS).

"Dalam berbagai hal, hubungan antara faksi-faksi di Aleppo memang terus memburuk, bahkan saat serangan pro-rezim meningkat", jelas Nuh Bonsey, analis senior dari International Crisis Group.

"(Pertikaian internal) mungkin menjadi penyebab kelemahan oposisi dalam melawan serangan yang datang", jelasnya.

Konflik itu dinilai dapat merusak moral tempur mereka sendiri.

"Hal ini berdampak negatif pada faksi sendiri maupun situasi di dalam", kata seorang pejabat dari kelopok oposisi Jabhah Syamiyah.

"Ini juga mempengaruhi kondisi psikologis para pejuang, dan kondisi internal bagi warga sipil", ujarnya

Konflik antar pejuang oposisi sepanjang tahun ini juga membantu Assad dan sekutunya meraih berbagai kemajuan signifikan.

Selain di kota Aleppo, kondisi serupa juga terjadi di Ghouta timur, saat Jaisyul Islam bentrok dengan Failaq ar-Rahman, yang dimanfaatkan oleh rezim.

Pemimpin baru Ahrar Syam menyalahkan "divisi perusak" atas kemunduran oposisi sepanjang minggu ini. Ia mendesak adanya upaya baru menuju persatuan.

Pihak oposisi sedang berupaya bersatu dalam "Pasukan Aleppo". Namun, kemunduran yang dialami membuatnya tampak sebagai langkah sangat terlambat.

Meski misalnya kota Aleppo berhasil dikuasai sepenuhnya oleh Assad, pihak oposisi dan jihadis masih memiliki wilayah yang besar, seperti provinsi Idilb dan sebagian besar provinsi Hama hingga utara Aleppo yang direbut dari teroris ISIS.

Kehadiran kelompok jihadis menyusutkan bantuan senjata dari AS. Trump bahkan mengindikasikan akan menghentikan semua pasokan kepada kelompok oposisi. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.