Eksepsi Ahok dinilai menyimpang, dan pembelaan pengacaranya tidak nyambung dengan fakta hukum

gbr: Bauki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani sidang.

Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman berharap pada sidang lanjutan, pelapor dan penasihat hukum dalam perkara bisa memasuki ruang sidang.

Dalam sidang kasus ini, kapasitas Pedri juga sebagai pelapor perkara dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama

Alasannya, sidang kemarin, banyak pihak pelapor tidak bisa masuk ke ruang sidang bersama dengan penasihat hukumnya.

Sedangkan orang-orang yang tidak jelas kapasitasnya, justru diperbolehkan masuk ke dalam ruang sidang.

"Kami harapkan di persidangan berikutnya hal ini bisa ditertibkan", ujar Pedri dalam keterangan tertulis, Rabu (14/12).

Menurut mereka, dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap pelaku sudah cukup jelas. Namun, mereka meminta kepada JPU agar menghadirkan saksi fakta dan saksi ahli untuk memperkuat dakwaan.

Terkait eksepsi Ahok, Pedri mengatakan melihat banyak yang tidak berdasar hukum.

"Sudah ke arah pembelaan (pledoi). Apa yang disampaikan oleh penasihat hukum cenderung memutarbalikkan fakta. Eksepsi penasihat hukum menunjukkan secara jelas dan nyata tidak memahami unsur dan dalil yang dimaksud pada 156a KUHP", katanya.

Ia menjelaskan, penasihat hukum Ahok juga banyak mengungkapkan kondisi yang tidak relevan dengan dakwaan JPU.

Salah satunya ialah ketika penasehat hukum Ahok menyebut bahwa pelapor menggunakan video yang diunggah oleh Buni Yuni, padahal tidak satu pun pelapor yang menyerahkan barang bukti dari video Buni Yani.

"Dan video itu sudah dilakukan uji Labfor oleh penyidik, terbukti tidak ada editan sama sekali", katanya.

Melihat hasil sidang sejauh ini, Pedri menyebutkan bahwa sidang perdana perkara dugaan penistaan agama oleh Ahok telah cukup untuk meyakinkan Majelis Hakim bahwa Ahok layak dipidana sebagai penista agama.

"Pihak JPU tinggal mempertajam dengan alat bukti dan keterangan saksi", tutupnya. (Vivanews).
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.