Meski negaranya dilanda perang, pemerintah Assad belum menyetujui penghentian pengiriman TKW yang diminta RI

Kedatangan para tenaga kerja wanita di bandara

Dilaporkan dari BBC Indonesia, sejumlah tenaga kerja wanita dari Indonesia masih dikirim ke Suriah secara ilegal.

Padahal moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia sudah disahkan secara permanen sejak 2011 lalu.

Pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus, AM Sidqi, Suriah menyatakan kekhawatirannya mengingat situasi Suriah yang hingga saat ini masih dilanda konflik.

"Ada sejumlah TKW yang secara ilegal tetap dikirim ke Suriah. Kami khawatir sekali karena dalam kondisi dilanda konflik seperti sekarang ini masih ada TKW yang masuk ke Suriah", kata AM Sidqi, pejabat di KBRI di Damaskus kepada wartawan BBC Indonesia, hari Rabu (07/10).

Sidqi mengaku sulit mencegah para TKW ini untuk terbang ke Suriah. Pasalnya, titik keberangkatan para tenaga kerja ini berawal dari Indonesia.

Pihaknya hanya bisa mengupayakan melalui birokrasi politik, mendesak pemerintah Suriah agar tidak menerima tenaga kerja asal Indonesia.

"Yang bisa kami lakukan adalah mendesak pemerintah Suriah agar tak menerima TKW dari Indonesia", jelasnya.

Terhitung sejak akhir tahun 2011, Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah menerapkan moratorium pengiriman tenaga kerja ke Suriah, yang kemudian diubah menjadi penghentian secara permanen.

Sidqi mengatakan, pemerintah Indonesia telah memulangkan setidaknya 11.800 orang tenaga kerja Indonesia di Suriah sejak 2011 lalu.

"Kami sudah berusaha untuk menghentikan masuknya tenaga kerja ilegal ini, namun tetap saja ada cara-cara gelap untuk menyelundupkan tenaga kerja Indonesia ke Suriah", tegasnya. (BBC Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.