Pelaku diduga memiliki hubungan dengan Fathullah Gulen, yang dituduh Turki sebagai dalang kudeta gagal Juli lalu

Foto mendiang Duta Besar Rusia untuk Turki Andrei Karlov, yang menjadi korban penembakan pada Senin (19/12)

Polisi Turki menangkap 6 orang terkait kasus pembunuhan Duta Besar Rusia, Andrei Karlov, seiring dengan meluasnya investigasi yang dilakukan.

Pelaku pembunuhan sendiri diidentifikasi sebagai Mevlut Mert Altintas (22), bekerja sebagai polisi anti huru hara di Ankara yang telah dicopot.

Keluarganya di provinsi Aydin, dan teman sekamar di tempat tinggalnya di Ankara, dilaporkan ikut ditangkap.

Kalimat yang diteriakan Altinta saat membunuh Dubes Rusia juga menjadi pertimbangan penyelidikan polisi, yang menurut media Barat mirip slogan kelompok "Radikal".

Ia sempat meneriakkan, "Jangan lupakan Aleppo, jangan lupakan Suriah. Kalian tidak akan aman selama (saudara) di sana belum aman".

Beberapa menit kemudian Altinta tewas oleh pasukan khusus Turki.

Seorang pejabat keamanan mengatakan, pelaku diduga memiliki hubungan dengan Fathullah Gulen, yang dituduh Turki sebagai dalang kudeta gagal Juli lalu.

Gulen sendiri menyangkal keterkaitannya dengan kudeta maupun insiden pembunuhan Dubes.

Tim investigasi Rusia telah sampai di Ankara pada Selasa (20/12) untuk membantu penyelidikan.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa Andrei Karlov akan digunakan sebagai nama jalan di sekitar kantor kedutaan Rusia. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.