Pejuang oposisi di Aleppo tolak tuntutan penarikan diri

Kelompok oposisi Suriah di Aleppo

Pihak opisisi pada Rabu (7/12) meminta untuk segera dilaksanakan gencatan senjata selama 5 hari.

Hal itu dimaksudkan untuk mengevakuasi warga dan korban terluka. Diketahui, terdapat 500 kasus medis serius yang perlu segera ditangani.

Dalam pernyataan permintaan gencatan senjata, pihak oposisi tidak menyebutkan adanya evakuasi bagi para pejuang.

Namun, mereka tidak ingin memenuhi tuntutan penarikan diri yang diajukan Assad dan Rusia.

"Tragedi telah terjadi sejak lama, namun saya tidak pernah melihat tekanan (berat) semacam ini. Kami tidak bisa beristirahat bahkan untuk 5 menit. Serangan terjadi sangat intens", ujar seorang warga dikutip dari Reuters.

Tentara Assad dan milisi Syi'ah asing telah menyerang kota Alepo dengan cepat semenjak 2 minggu lalu.

Pihak oposisi telah kehilangan 75% wilayah mereka di Aleppo timur dalam waktu sepuluh hari.

Penguasaan Aleppo akan menjadi kemenangan bagi pihak Assad. Pihak rezim juga sesumbar oposisi berada di ujung tanduk.

"Mereka yang percaya pada kejayaan Suriah (Assad) tahu bahwa pemberontak berada dalam titik nadir dan kehancuran akan terus terjadi seperti efek domino", ujar Mentri Rekonsiliasi Ali Haidar.

Assad membalik angin perang setelah mendapat bantuan militer dari Rusia dan puluhan ribu milisi Syi'ah.

Meski di atas angin, jumlah korban tewas di pihak rezim tidaklah sedikit.

Sementara jika dibanding target Damaskus mengepung oposisi (Idlib), pencapaian saat ini masih sangat jauh. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.