Pejuang oposisi Suriah bersumpah akan terus berjuang mempertahankan Aleppo timur melawan pasukan rezim Assad

Puluhan warga sipil yang melarikan diri terkena bom tentara Assad

Pejuang oposisi Suriah bersumpah akan terus berjuang mempertahankan Aleppo timur melawan pasukan rezim Assad, meski daerah yang mereka kuasai telah menyusut tajam.

Zakaria Malahifji, kepala biro politik dari kelompok Fastaqim Union mengatakan, kelompok pejuang di Aleppo menolak tawaran menarik diri dari kotanya.

"Ini adalah keputusan faksi. Saya berbicara kepada mereka tentang segala hal yang diajukan (Assad) dan mereka mengatakan tidak akan menarik diri, tapi hal-hal lain juga mungkin terjadi", katanya, dilansir dari Reuters.

Pihak pro Assad mendesak faksi-faksi oposisi di Aleppo agar menerima opsi penyerahan diri, dimana mereka harus meninggalkan kota.

Dalam penawaran sebelumnya, pihak oposisi diberikan kesempatan untuk pindah ke provinsi Idlib. Sesuatu yang dianggap sebagai pembersihan etnis, seperti di kota Daraya.

Tentara Assad dan milisi Syi'ah berhasil mengambil alih seluruh distrik utara kota Aleppo, serta menyebabkan warga mengungsi besar-besaran.

Kelompok pemantau SOHR melaporkan, pasukan Assad menahan dan menginterogasi ratusan orang pengungsi yang memasuki wilayah kekuasaannya.

Militer Assad membantah laporan itu. Mereka mengatakan tidak ada penangkapan, namun orang-orang yang identitasnya tidak diketahui sedang dipindahkan ke "tempat-tempat tertentu".

Alasannya adalah untuk memastikan bahwa mereka "bukan militan".

Dalam serangan Rabu kemarin, pasukan Assad meningkatkan serangan udara dan altileri, termasuk di Kota Tua Aleppo.

Petugas penyelamat di Aleppo timur mengatakan, 45 orang tewas dalam pemboman artileri. Termasuk kepada sekumpulan pengungsi.

Banyak diantara korban merupakan wanita dan anak-anak. sementara puluhan orang lainnya terluka.

"Hari ini terjadi lagi sebuah pembantaian, saya menyaksikannya. Orang-orang yang terusir itu datang pada pukul 6:30 pagi. Lalu ada tembakan meriam saat mereka berjalan. Sungguh, itu sangat mengerikan", kata Aref al-Aref, perawat dan fotografer di timur Aleppo.

Penyerangan militer Assad meningkat selama setahun terakhir, setelah adanya dukungan dari Rusia, Iran, dan milisi Syi'ah asing.

Penguasaan atas seluruh blok kota Aleppo dipandang menjadi kemenangan besar bagi rezim Damaskus. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment: